KONAWE SELATAN — Pemerintah melalui Kemendiktisaintek menunjuk PT PP (Persero) Tbk sebagai kontraktor utama pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Konawe Selatan. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp234,28 miliar termasuk PPN.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang aman dan representatif. “Amanah ini kami jalankan dengan memastikan fasilitas yang dibangun memenuhi standar kualitas konstruksi, sehingga dapat mendukung kegiatan belajar mengajar sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7).
Kegiatan belajar mengajar di SMA Unggul Garuda Konawe Selatan direncanakan dimulai pada Senin, 20 Juli 2026. Hari pertama akan ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa baru.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyambut positif dimulainya program ini. Ia menegaskan sekolah ini dirancang untuk menampung putra-putri terbaik bangsa. “Kehadiran sekolah ini menjadi langkah dalam memperluas akses pendidikan unggulan serta mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing,” ungkapnya.
PTPP menerapkan standar mutu dan keselamatan kerja secara ketat selama masa pembangunan. Perusahaan mencatatkan pencapaian zero accident sepanjang proses pekerjaan berlangsung.
Proyek ini merupakan bagian dari program strategis nasional di bawah naungan Danantara Indonesia. Pembangunan SMA Unggul Garuda diharapkan memperkuat peran PTPP sebagai kontraktor nasional yang mendukung program pemerintah di bidang infrastruktur pendidikan.
Pembangunan SMA Unggul Garuda Konawe Selatan sejalan dengan target Asta Cita pemerintah, khususnya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Sekolah ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
PTPP berkomitmen menyelesaikan proyek tepat waktu agar proses belajar mengajar bisa berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah pusat.