KENDARI — Keyakinan untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan tengah diuji di Kota Kendari. Mia (34), orang tua siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2, menyebut kehadiran sekolah berasrama ini mengubah cara pandangnya terhadap masa depan anak.
Perempuan yang ditemui di Kendari, Senin, ini tak kuasa menyembunyikan rasa takjubnya saat pertama kali mengantar sang anak, Al Mahdi Saputra, mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Bangunan megah dan fasilitas lengkap di dalamnya jauh melampaui bayangannya.
"Setelah saya masuk ke dalam waktu pendaftaran, saya lihat sekolahnya besar sekali, fasilitasnya lengkap, gedung-gedungnya bagus, dan ada asramanya," ujar Mia.
Kekaguman itu berubah menjadi rasa aman setelah Al Mahdi mulai tinggal di asrama. Jaminan kebutuhan harian yang ditanggung penuh pemerintah membuat anaknya merasa betah sejak hari pertama.
"Saya tanya anak saya perasaannya bagaimana, dia bilang nyaman dan enak. Makanannya juga ditanggung semuanya tiga kali sehari secara gratis," katanya menirukan ucapan sang buah hati.
Mia menaruh harapan besar pada pendidikan gratis ini. Ia tidak hanya ingin anaknya lepas dari kemiskinan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter.
"Harapan saya dia bisa lebih mandiri, lebih disiplin, dan tentunya menjadi orang yang sukses," tuturnya. Keyakinan itu bahkan mendorong Mia untuk melanjutkan pendidikan Al Mahdi hingga jenjang SMA di lokasi yang sama, serta berencana mendaftarkan anak keduanya yang masih duduk di kelas 3 SD.
Mia pun mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat yang dinilainya serius memperhatikan akses pendidikan bagi warga kurang mampu di Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari.
Kepala UPT Sentra Meohai Kendari, Muhammad Gunawan, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat adalah wujud nyata kehadiran negara. Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu dan mereka yang membutuhkan perlindungan khusus.
"Program ini lahir dari keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah tidak hanya menyediakan layanan pendidikan, tetapi juga menghadirkan sistem pembinaan yang menyeluruh," jelas Gunawan.
Gedung permanen SRT 2 Kota Kendari dirancang dengan kapasitas tampung hingga 1.080 siswa. Pada tahun ajaran 2025/2026, tercatat 133 siswa existing, dan bertambah 206 siswa pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga totalnya kini mencapai 339 siswa.