SULAWESI TENGGARA — BMKG mengonfirmasi kejadian gempa bumi dangkal tersebut terjadi pada hari ini dan getarannya dirasakan oleh masyarakat di dua wilayah kecamatan. Data parameter gempa menunjukkan episenter berada pada koordinat daratan yang berjarak 25 kilometer dari Kota Bogor, menjadikannya sebagai gempa kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif lokal.
Berdasarkan laporan resmi BMKG, guncangan dengan skala intensitas III MMI atau getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah seperti truk berlalu, terjadi di wilayah Pamijahan. Sementara itu, getaran dengan skala lebih rendah, yakni II MMI yang berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda ringan yang digantung bergoyang, dilaporkan terjadi di Leuwiliang.
Meski getaran terekam dan dirasakan warga, BMKG memastikan kejadian ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Status tersebut menjadi informasi penting bagi masyarakat pesisir maupun wilayah dataran rendah di sekitar Kabupaten Bogor agar tidak termakan isu yang tidak bertanggung jawab.
Kepala BMKG melalui rilis resminya menyampaikan bahwa parameter gempa ini telah diperbarui dan dihitung ulang secara akurat. Data tersebut menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah setempat untuk melakukan pemantauan kondisi lapangan pascakejadian.
Menyikapi kejadian ini, BMKG mengeluarkan imbauan resmi yang ditujukan langsung kepada masyarakat di wilayah terdampak. Lembaga tersebut meminta warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama yang beredar luas di media sosial.
"Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," demikian pernyataan resmi BMKG yang dikutip Koma.id.
Lebih lanjut, BMKG menekankan agar warga yang merasakan guncangan tidak terburu-buru kembali ke dalam rumah sebelum memastikan kondisi bangunan aman. Langkah mitigasi sederhana ini dinilai krusial untuk mencegah risiko cedera akibat reruntuhan susulan.
Pihak berwenang menginstruksikan agar setiap warga memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, atau setidaknya tidak mengalami kerusakan akibat getaran yang membahayakan kestabilan struktur. Jika ditemukan retak atau kerusakan signifikan, warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan melaporkan kondisinya ke aparat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat kejadian gempa berkekuatan kecil ini. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat dan akan merilis informasi terbaru jika terjadi gempa susulan.