SULAWESI TENGGARA — Musim 2025/2026 menjadi mimpi buruk bagi Florian Wirtz. Dibeli dengan harga fantastis yang bisa mencapai 116 juta pound dari Bayer Leverkusen—rekor pembelian termahal Liverpool kala itu—ekspektasi publik Anfield sangat tinggi. Namun, ia hanya mampu menyumbangkan lima gol dan empat assist di Liga Inggris dari 33 penampilan.
Total kontribusinya di semua kompetisi memang sedikit lebih baik, yakni tujuh gol dan sepuluh assist dalam 49 pertandingan. Namun, angka tersebut jelas jauh dari standar pemain yang dibanderol seharga itu.
Kesulitan Wirtz berbanding lurus dengan performa tim. Liverpool finis kelima di klasemen akhir, tertinggal 25 poin dari Arsenal yang menjadi juara. Catatan 17 kemenangan dan 12 kekalahan dari 38 laga menunjukkan inkonsistensi parah yang membuat mereka gagal bersaing di papan atas.
Meski tetap lolos ke Liga Champions, musim tersebut jelas menjadi tamparan keras bagi skuat asuhan Arne Slot. Kini, fokus utama adalah memastikan musim baru berjalan lebih mulus.
Menjelang laga pembuka melawan Newcastle United pada 23 Agustus, Wirtz merasa dirinya adalah pemain yang berbeda. Ia mengaku proses adaptasi yang berat di musim pertama telah memberinya pelajaran berharga.
"Aku sekarang sudah setahun bermain di Inggris dan aku sudah cukup sering bilang bahwa gaya sepakbola di sini dengan Jerman itu berbeda. Anda hanya perlu terbiasa dengan permainan dan lawan Anda. Aku sudah tahu bagaimana rasanya sekarang, jadi aku senang bisa menjalani musim berikutnya," ujarnya kepada ECHO.
Gelandang berusia 23 tahun itu menegaskan bahwa dirinya kini jauh lebih siap secara mental dan taktik. "Pastinya aku sudah banyak belajar, aku mempelajari bagaimana sepakbola Premier League itu dimainkan dan kurasa aku sudah lebih siap di musim keduaku karena aku sekarang tahu permainannya. Aku sangat antusias untuk menjalani musim keduaku," tambahnya.
Wirtz tak hanya ingin memperbaiki statistik pribadinya. Ia menargetkan gelar juara untuk mengembalikan kejayaan Liverpool. "Musim lalu memang sulit untuk seluruh klub, tapi mudah-mudahan kami punya energi dan mentalitas yang tepat di musim ini, sehingga setiap pemain bisa lebih bersinar," katanya.
"Aku ingin jadi versi terbaik diriku. Aku berusaha sebaik mungkin untuk memenangi sebanyak mungkin trofi dan aku akan berupaya memainkan peranku di musim ini," tegas Wirtz.
Tekanan akan kembali menghampirinya, terutama dengan rekor transfer Alexander Isak yang kini memecahkan rekor pembelian termahal klub. Namun, dengan pemahaman baru tentang kerasnya Premier League, Wirtz tampaknya siap membungkam para kritikus.