Biaya Produksi iPhone 18 Pro Melonjak 38 Persen, Harga Jual Diprediksi Tembus Rp 24,9 Juta

Penulis: Yasir  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:28:31 WIB
Biaya produksi iPhone 18 Pro meningkat 38 persen akibat lonjakan harga memori, memicu prediksi harga jual mencapai Rp 24,9 juta.

SULAWESI TENGGARA — Kabar kurang menyenangkan datang bagi calon pengguna iPhone kelas atas. Laporan terbaru dari firma riset pasar TrendForce mengungkapkan bahwa biaya produksi iPhone 18 Pro mengalami kenaikan signifikan, lebih dari 38 persen dibandingkan generasi pendahulunya. Pemicu utamanya adalah melonjaknya harga memori, komponen yang kini menjadi salah satu sektor pengeluaran terbesar Apple.

Kenaikan biaya produksi ini diproyeksikan berdampak langsung pada harga jual di pasar. Berdasarkan analisis The Wall Street Journal dan analis GF Securities, Jeff Pu, harga awal iPhone 18 Pro diperkirakan mencapai 1.399 dollar AS atau sekitar Rp 24,9 juta. Jika terealisasi, angka ini menandai kenaikan sekitar 300 dollar AS (sekitar Rp 5,3 juta) dari harga peluncuran iPhone 17 Pro.

Memori Kini Jadi Komponen Termahal

TrendForce secara khusus menganalisis biaya komponen atau Bill of Materials (BOM) untuk melihat struktur pengeluaran Apple. Hasilnya, Apple diperkirakan harus membayar hampir tiga kali lipat lebih mahal untuk memori yang digunakan pada iPhone 18 Pro dibandingkan tahun sebelumnya.

Perubahan ini terbilang drastis. Tahun lalu, biaya memori hanya berkontribusi sekitar 10 persen dari total biaya komponen iPhone. Namun untuk iPhone generasi berikutnya, persentasenya ditaksir melonjak hingga lebih dari 40 persen. Alhasil, komponen penyimpanan ini diprediksi menjadi salah satu beban biaya terbesar, menggeser posisi layar yang sebelumnya mendominasi struktur biaya produksi.

Apple Siap Korbankan Margin Keuntungan?

Meski terdesak oleh kenaikan biaya, Apple dikabarkan tidak akan serta-merta meneruskan seluruh beban tersebut ke konsumen. Strategi ini dinilai serupa dengan yang diterapkan perusahaan pada sejumlah model MacBook terbaru, di mana kenaikan harga jual tidak sepenuhnya mencerminkan peningkatan biaya produksi yang ditanggung.

TrendForce menilai Apple kemungkinan besar akan mengorbankan sebagian margin keuntungan demi menjaga kenaikan harga iPhone 18 tetap terkendali. Langkah ini diambil untuk mempertahankan minat konsumen dan menjaga volume penjualan tetap stabil di tengah tekanan pasar global.

Keputusan ini menjadi pertimbangan penting bagi konsumen Indonesia yang selama ini menjadi salah satu pasar potensial Apple. Dengan estimasi harga yang mencapai Rp 24,9 juta, calon pembeli perlu menimbang apakah peningkatan spesifikasi dan performa iPhone 18 Pro sebanding dengan selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan pendahulunya.

Reporter: Yasir
Sumber: tekno.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top