Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmi Luncurkan Pusat Riset AI Pertama di Kampus Indonesia, Ini Fokus Awalnya

Penulis: Fajar  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:24:31 WIB
UGM, Indosat, NVIDIA, dan Kemkomdigi meresmikan pusat riset AI pertama di kampus Indonesia di Yogyakarta.

YOGYAKARTA — Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan posisinya sebagai pionir riset kecerdasan buatan di Indonesia dengan diresmikannya UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC). Pusat teknologi ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), NVIDIA, dan UGM, dan menjadi pusat AI berbasis universitas pertama di Indonesia.

Peresmian ini menjadi bagian dari inisiatif besar Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE). Wadah tersebut dirancang untuk mempertemukan pemerintah, pemimpin teknologi global, industri, dan akademisi dalam mempercepat penelitian AI terapan di berbagai sektor prioritas nasional.

Didukung GPU Merdeka dan Platform Full-Stack NVIDIA

Pusat riset ini tidak sekadar menjadi ruang laboratorium biasa. UGM Indosat NVAITC ditenagai oleh platform AI full-stack milik NVIDIA dan GPU Merdeka, layanan sovereign GPU-as-a-Service dari Indosat. Kombinasi ini memberikan kapabilitas komputasi berperforma tinggi bagi para peneliti dan mahasiswa.

Dengan infrastruktur tersebut, para akademisi dapat mengakses accelerated computing kelas enterprise, perangkat lunak AI, model terlatih (pretrained models), hingga kerangka pengembangan (development frameworks). Dukungan teknis, pelatihan, dan kolaborasi industri juga menjadi bagian dari layanan pusat ini.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis mewujudkan kedaulatan AI Indonesia. “Pusat teknologi ini menjadi pijakan penting dalam mewujudkan visi tersebut melalui penguatan kapasitas riset, pengembangan talenta, dan inovasi teknologi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Fokus Riset: dari Skrining Tuberkulosis hingga Pertanian Presisi

UGM Indosat NVAITC tidak akan berhenti pada pengembangan infrastruktur. Berbekal kemampuan riset multidisiplin UGM dan himpunan data lokal, pusat ini langsung menyasar proyek-proyek strategis yang sejalan dengan prioritas nasional.

Salah satu proyek perdananya adalah eNose-TB, teknologi skrining berbasis AI untuk mendukung penanggulangan tuberkulosis (TB) di Indonesia. Selain itu, pusat ini juga mengembangkan SmartAgri, yang memanfaatkan multimodal AI, edge computing, dan teknologi pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas di iklim tropis.

Proyek ketiga yang tak kalah penting adalah Tech4Disaster, sebuah platform AI geospasial yang dirancang untuk memperkuat kemampuan prediksi, mitigasi, dan penanganan bencana. Ketiga proyek ini menjadi bukti bahwa riset AI diarahkan untuk menjawab tantangan konkret bangsa.

Menghubungkan Talenta Lokal dengan Jaringan Ahli Global

Kehadiran pusat ini juga diharapkan memutus isolasi para peneliti Indonesia dari perkembangan teknologi global. UGM Indosat NVAITC akan menghubungkan para peneliti dengan jaringan ahli internasional untuk mendorong kolaborasi dan berbagi pengetahuan.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan komitmen perusahaannya untuk pemerataan akses teknologi. “Melalui UGM Indosat NVAITC, kami menghadirkan teknologi dan keahlian AI global terbaik ke Indonesia, sekaligus memperluas akses bagi ekosistem peneliti, mahasiswa, startup, dan inovator di seluruh pelosok negeri,” kata Vikram.

Senada dengan itu, Marc Hamilton, Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA, menyebut Indonesia memiliki komunitas peneliti luar biasa. “Mulai dari sektor kesehatan dan pertanian hingga penanggulangan bencana, peluang bagi AI untuk membawa perubahan nyata sangatlah besar,” ujarnya.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendukung ambisi AI Indonesia melalui pendidikan dan riset. “Inisiatif ini mendukung prioritas nasional dalam pendidikan tinggi, hilirisasi riset, serta pengembangan talenta dengan mempercepat adopsi AI dan menyiapkan SDM yang mampu menghadapi masa depan,” jelasnya.

Reporter: Fajar
Sumber: radarkendari.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top