China Peringatkan Risiko Danau Gletser Jebol Usai Banjir di Perbatasan Nepal

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:48:31 WIB
Banjir bandang di perbatasan China-Nepal memicu peringatan risiko jebolnya danau gletser yang mengandung 2,5 juta meter kubik air.

SULAWESI TENGGARA — Beijing (ANTARA) — Operasi pencarian korban banjir bandang di perbatasan China-Nepal berjalan di tengah kekhawatiran baru: jebolnya bendungan alami yang terbentuk dari material longsor. Pemerintah China pada Kamis (27/8) memperingatkan sebuah danau di dekat pertemuan Sungai Chhochen Khola dan Purepu Tsangpo sudah meluap dan berisiko tinggi jebol, berisi sedikitnya 2,5 juta meter kubik air.

Kedua sungai itu menyatu sebelum memasuki Nepal dan alirannya dikenal sebagai Sungai Bhotekoshi, anak sungai utama Trishuli. Fragmen aliran lumpur sudah terlihat di kedua sisi bendungan, meningkatkan potensi gelombang air baru ke wilayah hilir.

Penyebab Bencana dan Data Korban Terkini

Banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah utara dan tengah Nepal pada Rabu (26/8), dengan lokasi terparah di Trishuli Bazar, Distrik Nuwakot. Di sisi China, bencana menerjang Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Daerah Otonom Xizang atau Tibet.

Berdasarkan penilaian awal para ahli dan lembaga resmi kedua negara, bencana dipicu runtuhnya gletser di kawasan dataran tinggi Nepal. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengonfirmasi aktivitas seismik tersebut akibat runtuhnya gletser yang menerjang permukiman di sepanjang Sungai Bhotekoshi dan Trishuli.

Kementerian Luar Negeri Nepal mencatat 596 orang dari 33 negara masih dinyatakan hilang, ditambah 127 warga Nepal yang belum diketahui keberadaannya. Pemerintah China melaporkan 558 orang hilang di wilayahnya, termasuk 260 warga negara asing.

Evakuasi dan Status Warga Asing

Dewan Pariwisata Nepal menyatakan 121 wisatawan asing berhasil diselamatkan hingga Jumat (28/8) pukul 15.30 waktu setempat. Mereka berasal dari India, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Italia, Bulgaria, dan Swiss, dengan tiga kewarganegaraan belum terkonfirmasi.

"Informasi terkait negara asal korban masih dalam proses verifikasi lebih lanjut. Kami telah memberi tahu kedutaan besar negara-negara terkait di China dan akan tetap berkomunikasi dengan mereka," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (28/8).

Otoritas Nepal telah mengevakuasi 3.253 orang selama banjir bandang. Operasi penyelamatan sempat dihentikan sementara akibat tingginya permukaan air sebelum dilanjutkan kembali.

Instruksi PM Li Qiang dan Tantangan Penyelamatan

Perdana Menteri China Li Qiang tiba di lokasi bencana pada Kamis (27/8) dan menegaskan China masih berada dalam periode utama musim banjir. "Pemerintah harus berpegang pada pemikiran mengenai skenario terburuk dan batas keselamatan, serta dengan tegas mengatasi sikap lengah," ujarnya dalam pernyataan di media pemerintah.

Lin Jian menambahkan rencana penyelamatan yang matang harus disusun untuk mencari warga China maupun warga negara asing yang masih hilang. Perhatian ketat juga harus diberikan terhadap kestabilan danau bendungan alami dan pegunungan di sekitarnya untuk mencegah bencana susulan.

"Di kawasan sekitarnya masih terdapat banyak gletser dan danau glasial dengan risiko bahaya geologis yang cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat besar bagi operasi penyelamatan dan penanganan bencana," kata Lin Jian.

Reporter: Sutomo
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top