Perum LKBN ANTARA Biro Sulawesi Tenggara menggandeng Pemkot Kendari menggelar pelatihan fotografi produk bagi puluhan pelaku UMKM. Langkah ini diambil menyusul pergeseran perilaku konsumen yang kini hampir 70 persen bertransaksi secara daring, sehingga tampilan visual produk menjadi penentu utama keputusan pembelian.
KENDARI — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Kendari dibekali keterampilan fotografi produk dalam pelatihan yang digelar ANTARA Biro Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kota Kendari. Program yang masuk dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menyasar 50 pelaku usaha lokal yang ingin memperkuat pemasaran melalui platform digital.
Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Sultra Zabur Karuru menuturkan, pelatihan ini lahir dari perubahan fundamental cara masyarakat berbelanja. Ia mencontohkan, konsumen kini cenderung memutuskan membeli setelah melihat foto produk terlebih dahulu.
Zabur menegaskan bahwa di tengah dominasi transaksi daring, kualitas visual menjadi pembeda utama. "Hampir 70 persen masyarakat saat ini bertransaksi secara daring. Di era visual ini, konsumen membeli karena melihat foto produk terlebih dahulu. Meskipun produknya enak atau bagus, jika sajian gambarnya tidak menarik, konsumen enggan membeli," ucap Zabur.
Oleh karena itu, para peserta tidak hanya diberi teori. Mereka diajarkan memanfaatkan fasilitas sederhana yang tersedia di rumah untuk menghasilkan gambar berestetika tinggi dan bernilai jual, tanpa perlu peralatan studio yang mahal.
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Kendari. Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Machlil menilai program tersebut selaras dengan kebutuhan pendampingan pelaku usaha di lapangan.
"Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini. Pelaku UMKM memang harus terus diberikan pelatihan agar produk yang mereka hasilkan terlihat menarik dan mampu memikat minat konsumen," ujar Machlil.
Menurut Machlil, laju perkembangan usaha di Kendari saat ini cukup pesat. Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi visual menjadi salah satu kunci agar produk lokal tidak tergerus dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pelatihan ini tidak berhenti pada sesi kelas semata. Para peserta juga diimbau untuk saling mendukung terciptanya ekosistem usaha lokal yang solid di lingkungan masing-masing.
ANTARA Biro Sultra memastikan program ini berkelanjutan. Zabur menambahkan, pihaknya siap memfasilitasi publikasi dan promosi media untuk produk-produk UMKM binaan. Bahkan, area kantor biro akan disediakan sebagai ruang pemasaran produk lokal ke depannya. Langkah ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi produk UMKM Kendari untuk dikenal lebih luas.