SULAWESI TENGGARA — Insiden yang menyeret nama Wuling Motors di Surabaya ini bermula dari laporan seorang konsumen yang sudah membayar lunas unit Wuling Air ev, namun unitnya tak kunjung diserahkan. Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, sempat turun tangan mendampingi konsumen mendatangi dealer untuk mempertanyakan status pembeliannya.
Hasil penelusuran internal Wuling Motors menunjukkan akar masalahnya bukan pada ketersediaan unit atau kelistrikan mobilnya. Temuan perusahaan mengarah pada pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan oleh oknum tenaga penjual dalam proses transaksi.
Konsumen disebut telah mentransfer seluruh pembayaran ke rekening atas nama perusahaan. Namun, diduga terjadi permasalahan internal antara sales yang melayani konsumen tersebut dengan pihak dealer, sehingga proses serah terima unit menjadi tertunda.
Artinya, secara sistem pembayaran sudah aman karena masuk ke rekening perusahaan, bukan rekening pribadi sales. Yang bermasalah adalah koordinasi dan tindak lanjut setelah pembayaran tersebut diterima.
Atas kejadian ini, Wuling Motors menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui keterangan tertulisnya. Perusahaan mengakui kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami konsumen akibat insiden tersebut.
"Kami juga berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan haknya dalam bertransaksi di seluruh jaringan dealer resmi Wuling Motors, sesuai dengan standar yang berlaku," tulis Wuling dalam keterangan resminya.
Pernyataan ini penting karena menegaskan bahwa pembeli yang bertransaksi di dealer resmi seharusnya mendapat kepastian dan perlindungan. Perusahaan juga menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang bertentangan dengan prosedur dan merugikan konsumen.
Wuling Motors tidak hanya berhenti pada permintaan maaf. Perusahaan akan mengambil tindakan korektif terhadap dealer yang bersangkutan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pelayanan.
Langkah ini untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di jaringan dealer resmi lainnya. Pengawasan terhadap penerapan SOP di seluruh diler akan diperkuat, terutama yang berkaitan dengan proses transaksi dan serah terima unit.
Insiden ini jadi pengingat penting bagi calon pembeli mobil baru, khususnya di segmen EV yang transaksinya sering dilakukan online atau transfer antar kota.
Kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi, apalagi di tengah upaya Wuling mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Kepercayaan konsumen adalah aset yang jauh lebih mahal dari sekadar penjualan satu unit mobil.