SULAWESI TENGGARA — Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi, dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Bantul, Elina Chrisniati, menyebut data ini masih bersifat sementara karena belum divalidasi bersama seluruh puskesmas. Proses validasi akhir akan dilakukan pada akhir tahun untuk mendapatkan gambaran capaian yang definitif.
Capaian 54,43 persen tersebut merupakan akumulasi dari lima jenis imunisasi dasar yang menjadi kewajiban orang tua untuk diberikan kepada bayi. Kelima vaksin tersebut adalah Hepatitis B, BCG, Polio, DPT-HB-Hib, dan Campak/MR.
Kelengkapan imunisasi ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan benteng pertahanan pertama bayi dari serangan penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian. Imunisasi dasar yang lengkap akan membangun kekebalan tubuh bayi secara optimal sejak dini.
Dengan target 8.456 bayi di Kabupaten Bantul, artinya masih ada ribuan bayi yang belum mendapatkan hak perlindungan kesehatannya. Rendahnya cakupan imunisasi ini meningkatkan risiko munculnya kejadian luar biasa (KLB) penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan vaksin.
Ketika cakupan imunisasi di suatu wilayah rendah, terbentuk celah kekebalan kelompok (herd immunity). Akibatnya, bayi yang belum diimunisasi menjadi sangat rentan tertular penyakit dari lingkungan sekitarnya, termasuk dari orang dewasa yang membawa virus.
Menghadapi kondisi ini, Dinkes Bantul tidak tinggal diam. Pihaknya mendorong puskesmas dan kader posyandu untuk lebih proaktif mengajak orang tua bayi datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Langkah ini penting dilakukan agar target imunisasi dasar lengkap bisa segera tercapai.
Elina menegaskan bahwa imunisasi adalah langkah perlindungan yang krusial bagi anak. "Kami dorong puskesmas dan juga kader posyandu untuk proaktif mengajak orang tua bayi menjalani imunisasi dasar lengkap," ujarnya pada Sabtu, 5 September 2026.
Bagi para ibu di Bantul dan sekitarnya yang memiliki bayi, jangan menunggu hingga ada peringatan dari petugas kesehatan. Cek buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dan pastikan jadwal imunisasi si kecil tidak terlewat.
Jika ragu atau khawatir dengan efek samping, konsultasikan langsung dengan dokter atau bidan di puskesmas terdekat. Petugas kesehatan akan memberikan penjelasan lengkap mengenai manfaat imunisasi dan cara mengatasi reaksi ringan setelah vaksinasi, seperti demam atau kemerahan di bekas suntikan.
Melengkapi imunisasi dasar adalah hak setiap bayi Indonesia. Jangan sampai penyesalan datang karena kelalaian orang tua dalam melindungi buah hati dari penyakit yang seharusnya bisa dicegah. Segera bawa si kecil ke posyandu atau puskesmas untuk mendapatkan imunisasi yang belum lengkap.