SULAWESI TENGGARA — Penurunan hari ini juga membawa harga buyback atau nilai yang diterima konsumen saat menjual kembali emasnya ke Antam turun lebih dalam. Harga buyback kini berada di posisi Rp 2.460.000 per gram, melemah Rp 20.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Bagi masyarakat yang rutin memantau investasi logam mulia, perbedaan antara harga jual dan harga buyback ini penting dipahami. Harga jual adalah patokan saat membeli emas Antam dari butik atau mitra resmi, sedangkan buyback adalah acuan ketika ingin mencairkan emas menjadi uang tunai.
Antam menjual emas batangan dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Berikut rincian harga resmi Logam Mulia untuk perdagangan Rabu (9/9/2026):
Perlu dicatat, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.
Pelemahan harga emas domestik sejalan dengan koreksi emas global. Mengutip CNBC, harga emas spot turun 0,4 persen ke US$ 4.385,85 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi US$ 4.442,70. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga tercatat melemah satu persen ke US$ 4.431.
Tekanan utama datang dari meroketnya harga minyak mentah yang mendekati US$ 100 per barel. Kondisi ini dipicu serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas energi Arab Saudi serta ancaman perang ekonomi dari Teheran ke Amerika Serikat. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi baru, yang pada gilirannya memperkuat ekspektasi The Fed menaikkan suku bunga pada September.
"Pergerakan emas tertahan dalam kisaran tertentu karena dibatasi oleh tingginya kemungkinan kenaikan suku bunga, yang terus menghambat momentum pasar," ujar Analis Senior Stone X, Daniel Pavilonis.
Pelaku pasar kini menanti dua data penting dari Amerika Serikat: indeks harga produsen (PPI) yang dijadwalkan rilis Kamis dan indeks harga konsumen (CPI) pada Jumat. Data ini akan menjadi petunjuk utama apakah The Fed benar-benar akan menaikkan suku bunga bulan ini.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga saat ini diperkirakan sekitar 60 persen, naik dari 50 persen sebelumnya. Sentimen ini menguat setelah data lapangan kerja AS Agustus menunjukkan pertumbuhan yang tajam, dengan tingkat pengangguran stabil di 4,1 persen.
Bagi investor, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Namun, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang. Sebagai pembanding, harga perak hari ini naik tipis 0,2 persen ke US$ 66,30 per ons, sementara paladium justru turun 2,6 persen ke US$ 1.351,75.