Korea Tetapkan 5 Kawasan Wisata Berbasis Bandara Regional, Ini Rutenya

Penulis: Yasir  •  Jumat, 11 September 2026 | 11:47:32 WIB
Bandara Gimhae menjadi pintu masuk kawasan wisata Busan, Gyeongju, Ulsan, Geoje, dan Tongyeong.

SULAWESI TENGGARA — Lima bandara regional Korea kini menjadi pintu masuk resmi bagi wisatawan mancanegara yang ingin menjelajah daerah, bukan sekadar transit di Seoul. Kawasan wisata ini dirancang untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan dengan memperluas rute perjalanan ke berbagai wilayah Korea.

Lima Kawasan Wisata dan Cakupannya

Kawasan wisata berbasis Bandara Gimhae meliputi Busan, Gyeongju, Ulsan, Geoje, dan Tongyeong. Sementara kawasan Bandara Daegu mencakup Daegu, Gyeongju, dan Andong.

Kedua kawasan tersebut akan dikembangkan secara terpadu dengan Gyeongju sebagai penghubung utama.

Kawasan Bandara Cheongju menghubungkan Cheongju, Gongju, Buyeo, Iksan, dan Jeonju. Kawasan ini mengangkat warisan sejarah Kerajaan Baekje (18 SM–665 M) yang dipadukan dengan budaya tradisional Korea.

Kawasan Bandara Yangyang mencakup Yangyang, Gangneung, dan Sokcho. Kombinasi wisata Gunung Seoraksan, aktivitas selancar, lokasi syuting konten Korea, warisan Olimpiade Musim Dingin, dan wisata bahari pesisir timur menjadi daya tariknya.

Kawasan Bandara Muan menghubungkan Muan, Mokpo, bekas Kota Gwangju, dan Yeosu. Konsepnya memadukan transportasi udara, kereta, dan laut.

Fokus Pengembangan: Kuliner hingga Wisata Kepulauan

Kawasan Bandara Muan akan dikembangkan sebagai destinasi yang mendorong wisatawan tinggal lebih lama. Caranya dengan menggabungkan kuliner khas Korea bagian selatan, wisata pesisir barat, seni dan budaya, serta wisata kepulauan dan rekreasi.

Pendekatan serupa diterapkan di kawasan lain. Setiap kawasan membangun ekosistem pariwisata daerah yang mencakup seluruh rangkaian perjalanan wisatawan, mulai dari kedatangan di Korea, perjalanan menuju destinasi, masa tinggal, hingga berbagai pengalaman wisata.

Anggaran dan Fasilitas Pendukung

Berdasarkan RAPBN 2027, Kementerian akan mengalokasikan dana 93,5 miliar won. Dana tersebut untuk promosi di luar negeri, penambahan rute penerbangan internasional dan kunjungan kapal pesiar, peningkatan kemudahan transportasi dan pembayaran, serta pengembangan konten wisata khas daerah.

Pemerintah juga memperbaiki jaringan transportasi umum antarkota di setiap kawasan wisata. Kartu Wisata Terpadu Korea akan diperkenalkan, menggabungkan pembayaran transportasi dengan potongan harga di berbagai tempat wisata.

Target 30 Juta Wisatawan Mancanegara pada 2029

Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Chae Hwi-young menyebut pentingnya rute yang dirancang dari sudut pandang wisatawan asing.

"Kita memerlukan 'Rute Emas' pariwisata berbasis bandara regional yang dirancang dari sudut pandang wisatawan mancanegara agar mereka tertarik mengunjungi berbagai daerah di Korea," ujarnya.

"Melalui pengembangan kawasan wisata tersebut, kami akan membuka era 30 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Korea pada tahun 2029 dengan lima juta di antaranya tiba langsung di berbagai daerah di Korea," tambahnya.

Tips bagi Traveler Indonesia

Bagi wisatawan Indonesia yang ingin menjelajah Korea selain Seoul, lima bandara regional ini bisa menjadi titik masuk alternatif. Bandara Gimhae misalnya, melayani penerbangan internasional dari beberapa kota Asia dan terhubung dengan Busan lewat kereta ringan.

Kartu Wisata Terpadu Korea yang tengah disiapkan akan memudahkan pembayaran transportasi sekaligus memberikan potongan harga di tempat wisata. Informasi terkini soal rute penerbangan langsung dan detail kartu dapat dikonfirmasi melalui situs resmi Kementerian Pariwisata Korea atau kedutaan Korea di Jakarta.

Durasi ideal untuk mengeksplorasi satu kawasan adalah 4–5 hari, cukup untuk mengunjungi dua hingga tiga kota dalam satu rute bandara.

Reporter: Yasir
Sumber: indonesian.korea.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top