SULAWESI TENGGARA — Yang membuat proyek ini berbeda: Sea Wall tidak digarap sebagai adaptasi panggung-ke-layar konvensional. Produser menyebut pendekatan ini sebagai sesuatu yang jarang dilakukan — film pada dasarnya dikonsep ulang sebagai karya tentang proses penciptaan teater itu sendiri.
Scott akan tampil solo di Studio Seaview, Off Broadway, sepanjang Oktober 2026. Total ada 19 pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung dari Jumat, 16 Oktober, hingga Jumat, 30 Oktober.
Seluruh pertunjukan itu akan direkam untuk kebutuhan film. Tidak hanya aksi Scott di atas panggung, kamera juga akan menangkap momen di balik layar dan area penonton.
Dalam pernyataan produser, penonton di setiap pertunjukan disebut berperan sebagai "karakter penting" dalam film nanti. Pendekatan ini yang membedakan versi terbaru dari rekaman-rekaman Sea Wall sebelumnya.
Penyutradaraan film dipercayakan kepada Tina Satter, peraih Peabody Award yang sebelumnya menggarap Is This A Room? di Broadway dan serial Reality untuk televisi. Satter dikenal lewat pendekatan dokumenter-teatrikal yang kerap membaurkan batas antara panggung dan realitas.
Kombinasi Satter dan Scott di proyek ini menandai pertemuan dua nama yang sama-sama bergerak di wilayah teater eksperimental New York maupun London.
Setelah debutnya di Inggris pada 2008, Sea Wall menyeberang ke Amerika Serikat lewat pementasan Off Broadway di Public Theater pada 2019. Saat itu lakon ini dipentaskan sebagai bagian dari paket dua pertunjukan satu-babak bersama A Life karya Nick Payne, yang dibintangi Jake Gyllenhaal.
Kedua lakon tersebut kemudian berpindah ke Hudson Theatre di Broadway. Versi 2019 itu menempatkan Tom Sturridge sebagai pemain tunggal untuk Sea Wall, sementara Scott tetap dikenang sebagai aktor yang pertama membawakan naskah ini di panggung London.
Ini bukan kali pertama Sea Wall versi Scott direkam. Pada 2012, sebuah adaptasi film pendek berdurasi 30 menit disutradarai langsung oleh Stephens bersama produser Andrew Porter. Versi terbaru disebut akan memperluas visi tersebut lewat elemen balik layar dan kehadiran penonton.
Sea Wall adalah monolog yang mengikuti seorang pria Inggris muda bernama Alex. Ia menuturkan kisah kelam tentang sebuah insiden mengerikan yang terjadi saat ia, istrinya, dan putri kecil mereka sedang berlibur di tepi pantai di Prancis Selatan.
Insiden itu meninggalkan Alex bergulat dengan duka dan pertanyaan tentang bagaimana ia bisa melanjutkan hidup. Naskah Stephens dikenal karena kekuatan naratifnya yang intim dan tidak memberi ruang bagi penonton untuk berlindung dari emosi yang dibangun perlahan.
Dengan format rekaman multi-pertunjukan, versi film Sea Wall berpotensi memberi pengalaman berbeda dari sekadar menonton teater yang difilmkan. Proyek ini menambah daftar panjang eksperimen hibrida antara panggung dan layar yang belakangan makin sering dilirik rumah produksi di Amerika dan Inggris.