KONAWE — Operasi pencarian Nasarudin, warga Desa Anggoro, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, memasuki malam ketiga pada Rabu (16/9/2026). Polda Sultra bersama Polres Konawe mengerahkan lima ekor anjing pelacak atau K9 pada hari kedua pencarian. Korban dilaporkan belum kembali setelah masuk ke kawasan hutan desa tersebut.
Kapolsek Abuki, IPDA Yana Irwana, menyatakan pengerahan K9 merupakan bagian dari upaya kepolisian memperluas metode pencarian terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan.
"Polda Sultra bersama Polres Konawe menurunkan lima ekor anjing pelacak untuk membantu pencarian korban," kata Yana.
Penyisiran difokuskan pada kawasan hutan yang diduga menjadi lokasi terakhir korban berada. Tim bergerak bersama unsur SAR gabungan di sejumlah titik.
Nasarudin dilaporkan hilang setelah masuk ke kawasan hutan Desa Anggoro, Kecamatan Abuki. Hingga operasi hari kedua, keberadaannya belum terdeteksi.
Medan hutan yang sulit dijangkau membuat tim mengombinasikan penyisiran darat dengan peralatan pendukung. Drone thermal diterbangkan untuk memantau area yang tidak bisa dijangkau personel.
Sejumlah pihak dikerahkan dalam upaya menemukan korban. Mereka mencakup Tim SAR gabungan, BPBD Konawe, personel Polres Konawe dan Polsek Abuki, Polda Sultra, TNI, pemerintah desa, serta masyarakat dan relawan.
Keterlibatan warga desa dan relawan memperluas jangkauan penyisiran di sekitar permukiman dan jalur menuju hutan.
Yana mengimbau seluruh masyarakat tetap mendukung proses pencarian dan bersama-sama mendoakan keselamatan korban.
"Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama mendoakan agar korban segera ditemukan," ujarnya.
Operasi pencarian masih berlangsung hingga berita ini diterbitkan. Tim gabungan terus berkoordinasi dan menyisir sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.