SULAWESI TENGGARA — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026, sesuai perintah langsung Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan berbeda berlaku untuk BBM non-subsidi yang tetap mengikuti fluktuasi harga pasar global dan Indonesian Crude Price (ICP). Pemerintah juga menjamin cadangan BBM nasional berada di kisaran 18 hingga 21 hari.
Kepastian tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri acara MKI Electricity Connect 2026 di BSD City, Kabupaten Tangerang, Selasa, 22 September 2026. Ia menegaskan tidak akan ada penyesuaian harga untuk bahan bakar bersubsidi sampai tutup tahun.
"Harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Sudah, itu deal. Itu perintah Pak Presiden Prabowo," tegas Bahlil di hadapan peserta acara.
Berbeda dengan BBM subsidi, Bahlil menyatakan harga BBM non-subsidi akan mengikuti perkembangan harga pasar global, terutama ICP. Kenaikan ICP otomatis mendorong naiknya harga jual di SPBU, begitu pula sebaliknya saat terjadi penurunan.
"Kalau harga minyak nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan mendapatkan koreksi," kata Bahlil.
Selain soal harga, pemerintah memastikan ketersediaan cadangan BBM nasional tetap aman di tengah gejolak harga minyak dunia. Bahlil menyebut standar minimal cadangan yang harus dijaga berada di rentang 18 sampai 21 hari.
"Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal 18 sampai dengan 21 hari," tutur dia.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora memastikan harga BBM non-subsidi di SPBU Pertamina tidak mengalami perubahan per 21 September 2026. Ia membantah informasi yang beredar soal adanya penyesuaian harga pada tanggal tersebut.
"Kami memastikan per 21 September 2026 tidak terdapat perubahan harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina. Informasi mengenai adanya penyesuaian harga pada tanggal tersebut tidak benar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi," ujar Kitty.
Dengan pernyataan ini, konsumen BBM subsidi bisa tenang setidaknya hingga akhir tahun, sementara pengguna BBM non-subsidi perlu mencermati pergerakan ICP yang menjadi acuan penyesuaian harga di SPBU.