Pemkab Kolaka Salurkan 9 Pompa Air ke Kelompok Tani, Antisipasi Kekeringan di 6 Kecamatan

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 23 September 2026 | 08:31:03 WIB
Petani mengoperasikan pompa air bantuan di lahan persawahan Kabupaten Kolaka.

Pemerintah Kabupaten Kolaka menyalurkan sembilan unit pompa air kepada kelompok tani untuk mengantisipasi kekeringan lahan persawahan akibat musim kemarau. Bantuan bersumber dari Kementerian Pertanian RI itu disebar ke sejumlah titik yang mengalami penurunan debit air irigasi, mencakup wilayah Samaturu, Wolo, Tanggetada, Watubangga, Pomalaa, dan Wundulako.

KOLAKA — Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Anas Yusuf menyatakan pompa air tersebut langsung disalurkan ke kelompok tani untuk menyelamatkan tanaman padi yang membutuhkan pasokan air.

"Ada bantuan yang khusus untuk mitigasi kekeringan di musim kemarau ini dan sudah kita sebar secara langsung untuk menghindari kekeringan," kata Anas di Kolaka.

Hingga kini, total bantuan pompa air yang dialokasikan untuk Kabupaten Kolaka mencapai 26 unit. Sembilan unit di antaranya baru disalurkan pada tahap ini.

Dampak Kekeringan Terjadi di Spot-Spot Tertentu

Anas menjelaskan kekeringan di Kolaka tidak merata di seluruh lahan persawahan. Penurunan debit air hanya terjadi di area-area tertentu, terutama pada sumber-sumber irigasi yang mengering.

"Ada beberapa memang spot-spot, kemarin itu ada di Samaturu, Wolo, Tanggetada, Watubangga, Pomalaa dan Wundulako," ujarnya.

Enam kecamatan itu menjadi prioritas penyaluran pompa air karena lahannya paling terdampak penurunan pasokan air.

Sebagian Besar Padi Sudah Masuk Masa Panen

Sebagian besar lahan pertanian padi di Kolaka masih bisa diselamatkan. Saat puncak musim kemarau tiba, tanaman padi warga rata-rata sudah mendekati masa panen sehingga kebutuhan air jauh berkurang.

"Alhamdulillah banyak yang terselamatkan. Pada saat terdengar isu kekeringan, tanaman padi warga sebenarnya sudah memasuki masa panen, sehingga kebutuhan air sudah jauh berkurang," ucap Anas.

Kondisi itu membuat dampak kekeringan tahun ini tidak separah yang dikhawatirkan. Meski begitu, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura tetap menyiagakan pompa air di titik-titik rawan.

Sumur Bor Disiapkan untuk Musim Kemarau Berikutnya

Sebagai langkah antisipasi musim kemarau tahun mendatang, dinas mendorong pengusulan program pembuatan sumur bor bagi kelompok tani. Prioritas diberikan kepada daerah yang tidak memiliki sumber air permukaan.

Dinas tengah menginventarisasi lokasi serta titik-titik strategis untuk pembuatan sumur bor tersebut.

"Ke depan, kita buatkan sumur bor untuk mereka. Tinggal kita lihat titik-titiknya di mana," tambah Anas.

Dalam satu area kelompok tani, beberapa titik sumur bor dapat dibuat sesuai skala prioritas dan kebutuhan lahan. Jumlah titiknya akan disesuaikan dengan luas lahan yang harus diairi.

Petani Diminta Hitung Ulang Kalender Tanam

Anas mengimbau petani melalui penyuluh lapangan agar selalu memperhitungkan pola tanam dan kalender tanam dengan cermat. Perhitungan yang tepat membantu petani menghindari puncak kekeringan saat tanaman masih butuh banyak air.

Penyaluran pompa air dan rencana sumur bor menjadi dua langkah yang disiapkan Pemkab Kolaka menghadapi kemarau. Pompa air untuk kebutuhan mendesak, sumur bor untuk solusi jangka panjang di wilayah tanpa sumber air permukaan.

Reporter: Sutomo
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top