Pertumbuhan Wisata Global 2026 Hanya 2 Persen, Asia Pasifik Masih 11 Persen di Bawah 2019

Penulis: Yasir  •  Kamis, 24 September 2026 | 19:16:01 WIB
Wisatawan berjalan di kawasan wisata Pantai Lakeba, Baubau, Sulawesi Tenggara.

SULAWESI TENGGARA — Badan Pariwisata PBB mencatat kedatangan wisatawan internasional dunia hanya tumbuh 0,4 persen secara tahunan pada paruh pertama 2026, jauh di bawah target awal 3-4 persen. Sepanjang Januari-Juni, total kunjungan mencapai 690 juta orang atau bertambah sekitar 3 juta dari periode yang sama tahun lalu. Perlambatan ini dipicu konflik Timur Tengah yang meletus 28 Februari dan lonjakan biaya perjalanan.

Laporan terbaru Badan Pariwisata PBB menyoroti tren yang tidak merata antarwilayah. Afrika mencatat pertumbuhan terkuat dengan kenaikan kedatangan internasional 4 persen pada enam bulan pertama 2026. Eropa menyusul dengan 3 persen, sementara Amerika tumbuh 2 persen.

Asia dan Pasifik hanya mencatat kenaikan 1 persen. Angka itu menempatkan kawasan ini masih 11 persen di bawah level sebelum pandemi pada 2019.

Timur Tengah Paling Terdampak Konflik

Timur Tengah menjadi wilayah dengan penurunan terdalam, yakni 22 persen kedatangan wisatawan internasional. Konflik yang pecah 28 Februari dan masih berlangsung hingga kini disebut mengganggu sektor pariwisata kawasan tersebut.

Dampaknya tidak berhenti di wilayah konflik. Laporan menyebut guncangan eksternal turut memengaruhi destinasi di luar Timur Tengah, terutama melalui kenaikan harga minyak dan inflasi yang mendorong biaya perjalanan.

Kuartal Kedua Jadi Titik Balik Perlambatan

Data per kuartal menunjukkan tren yang memburuk sepanjang semester pertama. Kedatangan wisatawan internasional sempat tumbuh 2 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026.

Angka itu berbalik menjadi penurunan 1 persen pada kuartal kedua. Penurunan semakin dalam pada Juni, ketika kedatangan turun 3 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sekretaris Jenderal Pariwisata PBB, Shaikha Al Nuwais, mengatakan angka-angka tersebut menunjukkan pariwisata terus tumbuh tetapi tetap rentan terhadap guncangan eksternal.

Menurut laporan Kantor Berita Xinhua,

Reporter: Yasir
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top