SULAWESI TENGGARA — Mitsubishi Pajero mencatatkan 12 kemenangan keseluruhan di Dakar Rally, termasuk tujuh gelar beruntun dari 2001 hingga 2007. Prestasi itu dibangun sejak 1985, ketika Patrick Zaniroli membawa pulang kemenangan pertama bagi Mitsubishi di ajang reli paling brutal dunia. Unit Pajero yang menang pada 1985 baru saja direstorasi dan kini tampil dengan livery yang sedikit berbeda dari kondisi aslinya setelah balapan.
Dakar Rally pertama digelar pada Desember 1978, membentang dari Paris menuju Dakar, ibu kota Senegal di ujung barat benua Afrika. Formatnya saat itu masih sederhana, namun karakter lintasannya yang keras langsung menarik perhatian pabrikan besar dunia. Mereka mengirim berbagai kendaraan, mulai dari mobil reli prototipe, sepeda motor, hingga truk pendukung berukuran raksasa yang melintasi Sahara dengan kecepatan tinggi.
Mitsubishi terjun ke Dakar pada 1983 dengan Pajero dan langsung menang di kelas produksi tanpa modifikasi. Setahun kemudian, Pajero yang kini turun di kelas modifikasi berhasil finis ketiga secara keseluruhan. Ketika itu, Porsche 911 berpenggerak semua roda eksperimental, yang dikenal sebagai 953 dan menjadi basis pengembangan 959, keluar sebagai juara.
Dakar 1985 menjadi titik balik. Dari 552 peserta yang start, kurang dari 30 persen berhasil menyelesaikan ribuan kilometer rute dari Prancis melintasi Afrika Utara hingga garis finis. Patrick Zaniroli, pembalap asal Prancis, membawa Mitsubishi meraih kemenangan pertamanya di Dakar. Prestasi itu makin lengkap karena Pajero juga menempati posisi kedua melalui pembalap Inggris Andrew Cowan.
Pajero sendiri dikenal dengan beberapa nama di pasar global. Di banyak negara, termasuk Indonesia, SUV ini dijual sebagai Pajero, sementara di Amerika Serikat memakai nama Montero dan di Inggris dipasarkan sebagai Shogun.
Kemenangan 1985 membuka jalan bagi salah satu catatan paling dominan dalam sejarah motorsport. Mitsubishi mengoleksi 12 kemenangan keseluruhan di Dakar, termasuk tujuh gelar beruntun dari 2001 hingga edisi terakhir yang digelar di Afrika pada 2007. Sepanjang periode itu, Pajero berkembang dari SUV berbasis produksi menjadi varian Evolution yang dihomologasi, lalu berubah menjadi prototipe rangka tabung.
Pajero yang menang pada 1985 masih lebih dekat ke versi jalan raya dibandingkan model-model setelahnya. Meski begitu, unit tersebut sudah dilengkapi berbagai modifikasi yang dibutuhkan untuk bertahan menghadapi tiga pekan balapan Dakar. Mitsubishi baru-baru ini merestorasi unit bersejarah itu. Livery yang terpasang saat ini sedikit berbeda dari kondisi aslinya setelah balapan usai.
Perjalanan Pajero di Dakar menunjukkan bagaimana sebuah SUV produksi massal bisa bertransformasi menjadi mesin reli yang mendominasi lintasan gurun selama lebih dari dua dekade. Bagi penggemar otomotif Indonesia, nama Pajero sendiri sudah lama melekat sebagai salah satu SUV tangguh yang pernah dipasarkan secara luas di Tanah Air.