SULAWESI TENGGARA — Tim putri Indonesia menempati peringkat ke-14 dari 189 negara pada babak kedelapan Olimpiade Catur 2026 di Samarkand, Uzbekistan, sementara tim putra tertahan di posisi ke-48 dari 206 negara. Dengan tiga babak tersisa, peluang memperbaiki posisi masih terbuka lebar.
Kompetisi catur beregu terbesar dunia itu mempertemukan ratusan negara dalam format Swiss system, dan kontingen Merah Putih masih menyisakan tiga babak untuk mengerek peringkat. PB Percasi menegaskan target masuk 20 besar belum sirna.
Kemenangan penting diraih tim putri atas Singapura dengan skor 3-1. Satu-satunya kekalahan Indonesia datang dari WIM Diajeng Theresa Singgih yang menghadapi WGM Qianyun Gong.
Hasil tersebut menjaga posisi tim putri di peringkat ke-14, capaian yang sudah melampaui banyak kontingen unggulan Eropa dan Asia.
Tim putra harus mengakui keunggulan Ukraina dengan skor 0,5-3,5 pada babak ketujuh. Dari kekalahan itu, IM Gilbert Elro Tarigan mencuri perhatian setelah menahan remis GM Vasyl Ivanchuk, salah satu pecatur terkuat dunia asal Ukraina.
Hasil imbang melawan Ivanchuk menjadi modal berharga bagi Gilbert dan rekan-rekannya untuk menghadapi babak-babak tersisa.
Prestasi terbaik tim putra Indonesia adalah peringkat ke-19 pada Olimpiade Catur 1986 di Dubai. Sementara tim putri pernah menembus peringkat ke-11 pada 1996 di Yerevan, Armenia.
Dua catatan itu menjadi pembanding sekaligus target yang ingin dilewati kontingen tahun ini.
Ketua PB Percasi, Agustiar Sabran, berharap perjuangan para atlet berbuah hasil positif dan menorehkan sejarah baru.
"Ini waktunya tim catur Indonesia bisa menorehkan sejarah baru, meski saya tidak bisa mendampingi namun saya terus memantau dan mendoakan yang terbaik untuk tim," ujar Agustiar dalam keterangan persnya.
Sekjen PB Percasi, Nanang Pujalaksana, menegaskan peluang Indonesia memperbaiki peringkat tetap terbuka lebar.
"Tim putri berada di peringkat 14 dari 189 negara dan tim putra peringkat 48 dari 206 negara. Masih menyisakan tiga babak terakhir dan masih besar harapan untuk meningkatkan posisi peringkat," ujar Nanang.
Dengan 189 negara bersaing di sektor putri dan 206 negara di sektor putra, setiap papan pertandingan menentukan posisi akhir. Tiga babak terakhir akan jadi penentu apakah Indonesia mampu menyamai atau melewati rekor 1986 dan 1996.