KENDARI — Tim Universitas Halu Oleo (UHO) yang terdiri dari Rony Febryan (FISIP Ilmu Komunikasi), Verawaty Nur Agista (FIB Sastra Inggris), Dillah Aprilia (Fakultas Kedokteran), dan Azzahra Asmaya (Fakultas Farmasi) bersaing di kategori subtema Lingkungan NCC 4 Bali. Mereka membawa gagasan yang memanfaatkan limbah kulit jeruk untuk mengatasi limbah styrofoam yang sulit terurai.
Ketua tim, Rony Febryan, menyebut Spicy Foam sebagai inovasi yang tidak biasa karena sebuah limbah dipakai untuk mengatasi limbah lain. Pengembangan produk berawal dari keinginan membuat bentuk yang lebih praktis dibanding larutan biasa.
Rony menjelaskan bahwa tim awalnya hanya menghasilkan larutan, lalu memodifikasinya menjadi spray atau semprotan. Perubahan bentuk itu dilakukan agar produk lebih mudah dipakai di lapangan, terutama untuk meluruhkan cacahan styrofoam.
"Jadi kami mengembangkan inovasi ini dengan membuat sebuah produk yang praktis dan efektif untuk digunakan, yaitu dengan membuat spray peluruh styrofoam," jelas Rony.
Bahan utama Spicy Foam berasal dari kulit jeruk yang mengandung minyak atsiri. Melalui proses kimia, bahan tersebut menghasilkan kandungan limonen yang menurut tim dapat merusak struktur rantai kimia pada styrofoam.
"Bahan utama yang digunakan ialah kulit jeruk yang kemudian dapat menghancurkan styrofoam karena ada kandungan yang terdapat dalam kulit jeruk yaitu minyak atsiri yang kemudian setelah mengalami proses kimia menghasilkan kandungan limonen," katanya.
Inovasi tersebut telah melalui tahap eksperimen. Rony menyebut cairan yang dihasilkan dari proses kimia itu bisa meluruhkan cacahan styrofoam dalam hitungan menit bahkan detik.
Persiapan tim tidak berjalan mulus. Kesibukan akademik masing-masing anggota membuat mereka sulit membagi waktu sebelum kompetisi digelar.
"Kami kesulitan saat pra-lomba karena kami ada yang KKN, terus ada yang magang dan ujian. Akhirnya waktu susah untuk kami sesuaikan, akhirnya kami tidak terlalu betul-betul fokus 100 persen menyiapkan segala hal," tutur Rony.
Meski waktu persiapan terbatas, kolaborasi mahasiswa dari empat bidang keilmuan itu berhasil membawa pulang Bronze Medal pada kategori subtema Lingkungan.
Rony berharap capaian tersebut menjadi langkah awal untuk mengembangkan Spicy Foam lebih jauh. Tim juga ingin memantapkan inovasi agar bisa menjadi solusi penanganan sampah styrofoam yang lebih maksimal.
"Semoga ide kami bisa dilirik dan bisa dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah, utamanya styrofoam. Selanjutnya kami ingin mencoba lebih memantapkan lagi ide dan inovasi ini agar lebih maksimal," pungkasnya.