Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Baubau, Sulawesi Tenggara, membekali 20 warga binaan pemasyarakatan dengan keterampilan otomotif sebagai bekal kemandirian setelah menyelesaikan masa pidana. Pelatihan mencakup servis mesin, perawatan rutin, hingga perbaikan bodi kendaraan roda dua. Program ini menjadi agenda tahunan karena kebutuhan jasa perbaikan motor dinilai tinggi di masyarakat.
BAUBAU — Kasi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Baubau, Safaruddin, menyampaikan bahwa program pembinaan dirancang secara praktis agar bisa langsung diaplikasikan ketika warga binaan kembali ke lingkungan masyarakat. Pelatihan menyasar pemahaman dasar kendaraan roda dua, mulai dari pemeriksaan kondisi hingga teknik perbaikan bodi.
"Kami berupaya memberikan keterampilan yang bisa dipraktikkan secara langsung oleh warga binaan. Melalui pembinaan otomotif, mereka tidak hanya belajar mengenai servis kendaraan, tetapi juga dibentuk untuk memiliki keterampilan, ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam bekerja," ujar Safaruddin.
Program pelatihan mencakup pemeriksaan kondisi kendaraan, perawatan rutin, servis mesin, hingga teknik perbaikan bodi atau body repair. Seluruh tahapan disesuaikan dengan minat dan kemampuan peserta agar proses pembelajaran berjalan optimal.
Kebutuhan jasa perbaikan kendaraan bermotor di tengah masyarakat dinilai cukup tinggi. Kondisi itu membuat program ini tetap masuk agenda tahunan Lapas Baubau.
Salah seorang warga binaan peserta pelatihan berinisial A mengaku mendapat manfaat besar dari program tersebut. Ia menyebut awalnya banyak hal yang belum dipahami, tetapi setelah mengikuti praktik dan belajar bersama, pemahamannya bertambah.
"Di sini saya belajar banyak hal tentang otomotif, mulai dari servis kendaraan sampai body repair. Awalnya masih banyak yang belum saya pahami, tetapi setelah mengikuti praktik dan belajar bersama, saya mulai lebih mengerti," tutur A.
Melalui pembekalan keterampilan ini, Lapas Baubau berharap para warga binaan memiliki keahlian yang dapat dijadikan modal untuk membuka peluang usaha mandiri maupun bekerja di sektor formal setelah bebas kelak.
Program pembinaan otomotif menyasar 20 orang WBP di Lapas Kelas IIA Baubau. Selain keterampilan teknis, peserta dibentuk agar memiliki ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam bekerja.