KONAWE — Laporan kecelakaan kapal diterima Comm Centre KPP Kendari dari keluarga korban bernama Basran. Kepala KPP Kendari Amiruddin AS menyebut laporan itu masuk pada pukul 18.45 Wita, dan tak lama berselang tim rescue diberangkatkan menuju lokasi kejadian perkara (LKP).
Dua orang yang berada di atas kapal adalah Asrun dan Muruk, keduanya laki-laki. Kapal rakyat tersebut bertolak dari Cempedak menuju Lapuko sekitar pukul 14.00 Wita dengan muatan aki.
Perjalanan kapal dari Cempedak menuju Lapuko berjalan normal hingga sekitar 5 NM sebelum tiba di tujuan. Mesin kapal tiba-tiba mati, dan air laut mulai masuk ke badan kapal. Kondisi itu membuat kapal membutuhkan bantuan evakuasi segera.
Jarak LKP dari Dermaga Basarnas Kendari sekitar 10 NM. Tim rescue diberangkatkan menggunakan RIB untuk memberikan bantuan SAR di lokasi.
Data BMKG yang dihimpun tim SAR menunjukkan kondisi cuaca di lokasi kejadian cerah. Kecepatan angin tercatat 7 knots dari tenggara ke barat laut, dengan tinggi gelombang berkisar 0,1 hingga 0,5 meter.
Kondisi perairan yang relatif tenang itu disebut mendukung proses evakuasi. Meski demikian, tim tetap mengerahkan peralatan keselamatan lengkap selama operasi berlangsung.
Operasi SAR melibatkan SMC dan staf SMC KPP Kendari, rescuer KPP Kendari, serta ABK KN SAR Pacitan. Alut yang digunakan meliputi rescue car, RIB, palsar evakuasi, palsar medis, peralatan komunikasi, dan peralatan pendukung keselamatan lainnya.
Amiruddin menjelaskan kronologi penanganan melalui pernyataan resmi yang disampaikan kepada media.
"Menindaklanjuti laporan itu, pada pukul 19.00 Wita Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan dengan menggunakan RIB menuju LKP untuk memberikan bantuan SAR. Jarak LKP dengan Dermaga Basarnas Kendari sekitar 10 NM," ujar Amiruddin.
Hingga siaran pers diturunkan, proses pencarian dan pertolongan terhadap Asrun dan Muruk masih berlangsung. Basarnas Kendari menyatakan akan menginformasikan perkembangan selanjutnya terkait evakuasi kedua korban.
Warga pesisir Konawe yang melintasi perairan Lapuko diimbau tetap waspada terhadap perubahan kondisi mesin kapal dan cuaca setempat.