KENDARI — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Fadlansyah menyatakan pihaknya mempercepat pembenahan infrastruktur pelabuhan penyeberangan untuk meningkatkan konektivitas antarpulau. Rehabilitasi menyasar fasilitas yang selama ini dipakai warga dalam aktivitas penyeberangan sehari-hari.
Pembenahan diarahkan pada peningkatan kenyamanan masyarakat sekaligus memperkuat aspek keselamatan pengguna jasa transportasi laut. Dengan fasilitas yang lebih baik, operasional pelabuhan diharapkan berjalan lebih optimal melayani pergerakan penumpang maupun kendaraan antarpulau.
Pelabuhan Baubau, Torobulu, dan Amolengo menjalani rehabilitasi secara total. Ketiganya berperan penting mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah di Sulawesi Tenggara.
Fadlansyah menyebut proses pengerjaan ketiga pelabuhan terus dikawal agar dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Rehabilitasi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana transportasi laut.
Selain pembenahan fisik, Dishub Sultra melakukan transformasi pelayanan melalui pemanfaatan teknologi digital di sektor perhubungan. Langkah itu ditempuh untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik, memperkuat transparansi, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor perhubungan.
Dishub Sultra telah meluncurkan lima aplikasi pelayanan digital. Tiga di antaranya menjadi instrumen utama yakni SIM OK, Si Bolang, dan Silandak.
“Aplikasi tersebut kita implementasikan untuk memudahkan akses pelayanan publik di bidang perhubungan serta memastikan pengelolaan PAD di pelabuhan berjalan lebih transparan melalui sistem elektronik nontunai,” jelas Fadlansyah.
Penerapan platform digital diarahkan memangkas rantai birokrasi serta mengurangi potensi penyimpangan dalam proses transaksi manual di lapangan. Aplikasi yang dikembangkan Dishub Sultra juga dilengkapi fitur pengaduan masyarakat.
Lewat fitur itu, pengguna jasa dapat menyampaikan laporan terkait kondisi fasilitas penyeberangan. Masyarakat juga bisa memperoleh informasi mengenai dinamika antrean kendaraan di kawasan pelabuhan.
Dengan demikian, pelayanan diharapkan menjadi lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Integrasi antara rehabilitasi infrastruktur dan digitalisasi pelayanan diharapkan berdampak pada kelancaran arus logistik, kenyamanan penumpang, keselamatan pengguna jasa, serta pengelolaan PAD yang lebih transparan dan akuntabel.