SULAWESI TENGGARA — Bandung terus menambah wajah baru di peta wisatanya sepanjang 2025–2026, mulai dari Nordic Land di Parongpong hingga Jiwanta Thermal Springs di Ciwidey. Sejumlah destinasi ini menawarkan konsep yang berbeda dari wisata pegunungan yang sudah populer, seperti interaksi satwa, wellness, museum interaktif, dan wahana petualangan di atas mal. Berikut lima tempat yang layak masuk daftar eksplorasi wisata Bandung tahun ini.
Kawasan Lembang, Ciwidey, dan Dago memang masih jadi rujukan utama wisatawan yang datang ke Bandung. Namun dalam dua tahun terakhir, sejumlah destinasi baru muncul dengan konsep yang lebih beragam dan tidak selalu berada di kawasan pegunungan.
Ada destinasi yang menggabungkan rekreasi keluarga dengan edukasi satwa, wisata wellness di tengah alam, museum dengan pendekatan digital, hingga wahana petualangan di atas pusat perbelanjaan. Berikut ulasan masing-masing destinasi berdasarkan informasi yang dihimpun dari pengelola dan pemberitaan lokal.
Nordic Land berada di kawasan The Green Forest Resort, Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Lokasinya tidak jauh dari kawasan wisata Lembang yang sudah lebih dulu populer.
Destinasi ini mulai diperkenalkan melalui soft launching pada 14 Maret 2025. Konsepnya menggabungkan rekreasi keluarga, edukasi alam, dan interaksi langsung dengan satwa.
Pengunjung dapat melihat sekaligus berinteraksi dengan domba Merino, rusa, kuda poni, kura-kura Sulcata, hingga kelinci. Konsep ini cocok untuk keluarga yang ingin mengenalkan anak pada lingkungan dan satwa sambil berwisata.
Jiwanta Thermal Springs Sanctuary berada di kawasan Cimanggu, Rancabali, Kabupaten Bandung. Destinasi ini resmi menggelar grand opening pada 25 Mei 2026.
Konsep yang diusung adalah wellness dengan memadukan air panas alami, relaksasi, kuliner, dan akomodasi. Pengunjung tidak hanya datang untuk berendam, karena tersedia pula Aruna Glasshouse untuk pengalaman kuliner serta Cabin Suite bagi yang ingin menginap.
Area The Cave menjadi salah satu daya tarik di kawasan ini. Kehadiran Jiwanta menambah pilihan wisata Ciwidey yang sebelumnya identik dengan kebun teh, kawah, atau camping. Destinasi ini cocok untuk pasangan, keluarga, dan staycation.
Museum ITB berada di kawasan Sasana Budaya Ganesha, Kampus ITB Ganesha, dan resmi dibuka pada 3 Juli 2026. Museum ini mengabadikan perjalanan lebih dari satu abad pendidikan tinggi teknik, sains, teknologi, seni, dan humaniora di Indonesia.
ITB mengembangkan museum ini bukan sekadar sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan ruang pembelajaran dengan pendekatan digital, narasi, dan pengalaman interaktif bagi pengunjung.
Saat ini Museum ITB buka Selasa hingga Minggu pukul 10.00–15.00 WIB, sementara Senin dan sejumlah hari libur nasional tutup. Pengunjung disarankan melakukan pemesanan tiket terlebih dahulu karena terdapat batasan kuota harian. Museum ini cocok untuk keluarga, pelajar, mahasiswa, serta pencinta sejarah, sains, dan arsitektur.
Skyward Project hadir di area rooftop atau Sky Level 23 Paskal Mall Bandung. Destinasi ini resmi dibuka pada 23 September 2025 dan sempat melalui masa trial opening.
Konsep yang ditawarkan adalah puzzle adventure dan mystery attraction, dengan berbagai wahana yang menyasar pengunjung anak hingga dewasa. Lokasi rooftop memberikan karakter tersendiri karena pengalaman rekreasi berada di ketinggian, tetapi tetap berada di kawasan pusat perbelanjaan.
Kehadiran Skyward Project menunjukkan wisata urban Bandung bergerak ke arah pengalaman yang lebih interaktif. Pengunjung tidak hanya datang untuk belanja, tetapi bisa sekaligus bermain dan berpetualang.
Kelima destinasi ini tersebar di lokasi yang berbeda, dari Bandung Barat, Bandung Selatan, hingga tengah kota. Sebaiknya kelompokkan kunjungan berdasarkan kawasan agar perjalanan lebih efisien.
Untuk destinasi yang memiliki batasan kuota harian seperti Museum ITB, pesan tiket jauh hari sebelum keberangkatan. Informasi terkini soal tarif, jam buka, dan ketersediaan tiket dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola masing-masing destinasi.
Dengan lima pilihan ini, wisata Bandung tidak lagi melulu soal pemandangan gunung atau kebun teh. Durasi ideal untuk mencoba dua hingga tiga destinasi dalam satu kunjungan adalah dua sampai tiga hari, tergantung lokasi yang dipilih.