KENDARI — Kontingen SMP Negeri 1 Kendari menurunkan tiga atlet dalam Kejuaraan Pencak Silat Arung Palakka Champion 2026 yang digelar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. M. Anugrah Al Fiqrih tampil sebagai juara di kelasnya dan membawa pulang medali emas. Fadlia Azzahra menyusul dengan medali perak, sementara Rafa Juliyansyah Alfarabi, siswa kelas 8.4, menutup perolehan dengan medali perunggu.
Ketiga siswa bertanding di kelas yang berbeda dan harus melewati sejumlah babak sebelum naik podium. Selama sepekan berada di Kota Bugis, mereka menjalani pertandingan dengan disiplin latihan yang sudah dibangun jauh sebelum keberangkatan. Dukungan doa orang tua dan bimbingan para pelatih disebut menjadi modal utama di gelanggang.
Kejuaraan Arung Palakka Champion 2026 mempertemukan atlet pencak silat dari berbagai perguruan dan daerah. SMP Negeri 1 Kendari mengirim tiga wakil yang tampil di kategori berbeda, mulai dari seni hingga tanding. Izin selama sepekan diberikan sekolah agar para siswa bisa fokus penuh mengikuti rangkaian pertandingan.
M. Anugrah Al Fiqrih menjadi satu-satunya penyumbang emas dari sekolah tersebut. Fadlia Azzahra menambah koleksi medali dengan perak, sedangkan Rafa Juliyansyah Alfarabi melengkapi dengan perunggu. Hasil ini menempatkan nama SMP Negeri 1 Kendari di antara sekolah yang menyumbang medali pada kejuaraan tersebut.
Selain ketiga siswa SMP Negeri 1 Kendari, sejumlah atlet pelajar asal Sulawesi Tenggara turut meraih medali di ajang yang sama. Aysha Ailani Hartono dari SDN 30 Kendari sukses meraih emas di kategori usia dini. Keyla Amalia Iskandar dari SMPN 8 Kendari juga naik podium tertinggi di kategori remaja.
Adilia menambah koleksi prestasinya dengan Juara 3 Kumite +52 Kg Pemula Putri. Hasil itu menunjukkan ketangguhan mental dan fisik atlet pelajar Sultra di arena pertarungan. Nama-nama ini melengkapi daftar atlet Kendari yang pulang dari Bone dengan medali.
Dari sisi klub, Antam Fighting Club (AFC) membawa pulang total 22 medali dengan rincian 10 emas, 9 perak, dan 3 perunggu. Kontingen ini mewakili Kabupaten Kolaka dan disumbang dari perguruan Perisai Diri, Tapak Naga, serta Tapak Suci. Mansur, atlet asal Bone, berhasil mengawinkan dua medali emas pada kelas Seni Solo Kreasi dan tanding H-Master.
Perolehan medali dari berbagai daerah ini menunjukkan peta kekuatan pencak silat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Kejuaraan Arung Palakka Champion 2026 menjadi ajang pembinaan atlet usia dini hingga remaja dari sejumlah perguruan.
Bagi SMP Negeri 1 Kendari, tiga medali dari tiga atlet menjadi catatan tersendiri. Disiplin latihan, bimbingan pelatih, dan dukungan orang tua disebut sebagai faktor yang mengantar para siswa ke podium. Sekolah memberi izin sepekan agar para atlet bisa tampil maksimal tanpa beban akademik.
Hasil di Kabupaten Bone menjadi pijakan untuk kejuaraan berikutnya. Para pelatih dan sekolah berharap prestasi ini memacu siswa lain untuk mengikuti jejak yang sama di gelanggang pencak silat.