SULAWESI TENGGARA — PT CIMB Niaga Auto Finance mencatat penyaluran pembiayaan kendaraan melalui kanal digital mencapai Rp 3,47 triliun hingga Agustus 2026. Angka itu mencakup pembiayaan kendaraan baru maupun bekas yang mayoritas diproses lewat aplikasi CNAF Mobile. Perusahaan menyebut kecepatan proses jadi tantangan tersendiri karena harus tetap diimbangi manajemen risiko.
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyatakan seluruh pengajuan pembiayaan perseroan kini sudah didukung kanal digital lewat aplikasi CNAF Mobile. Lewat kanal itu, nasabah bisa mengajukan pembiayaan tanpa harus melalui proses manual yang berbelit.
"Seluruh pengajuan pembiayaan di CNAF telah didukung oleh kanal digital melalui CNAF Mobile, sehingga proses pengajuan dapat dilakukan secara lebih mudah, cepat, dan sederhana," ujar Ristiawan kepada Kontan, Selasa (29/9/2026).
Hingga Agustus 2026, pembiayaan kendaraan tetap mendominasi portofolio penyaluran CNAF lewat jalur digital. Nilainya menembus Rp 3,47 triliun, dengan komposisi mencakup kendaraan baru dan kendaraan bekas.
Dominasi segmen kendaraan menunjukkan minat masyarakat terhadap kepemilikan mobil belum surut, meski pembelian kini banyak diproses lewat jalur online. Nasabah datang ke aplikasi, mengisi pengajuan, lalu menunggu persetujuan tanpa perlu antre di kantor cabang.
Digitalisasi memang memangkas waktu pengajuan, tapi CNAF mengakui ada sisi lain yang harus dijaga. Ristiawan menyebut tantangan terbesar justru memastikan proses yang makin cepat tetap dibarengi kualitas layanan dan penerapan manajemen risiko yang baik.
"Tantangan dalam pembiayaan melalui kanal digital antara lain adalah memastikan proses yang semakin cepat dan sederhana tetap diimbangi dengan kualitas layanan serta penerapan manajemen risiko yang baik," kata Ristiawan.
Artinya, percepatan verifikasi tidak boleh mengorbankan ketelitian penilaian kredit. Perusahaan pembiayaan tetap wajib menyaring calon nasabah agar risiko gagal bayar tidak membengkak seiring bertambahnya volume pembiayaan.
Untuk menjawab tantangan itu, CNAF terus mengembangkan aplikasi CNAF Mobile. Penyempurnaan diarahkan agar penggunaan aplikasi makin optimal mendukung kebutuhan nasabah.
"Maka dari itu, CNAF terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan pada aplikasi CNAF Mobile agar dapat semakin dimanfaatkan oleh nasabah sebagai salah satu pilihan utama dalam mengakses layanan pembiayaan CNAF," ujar Ristiawan.
Langkah ini sejalan dengan arah industri pembiayaan yang makin mengandalkan kanal digital untuk menjangkau konsumen. Bagi nasabah, aplikasi jadi pintu masuk utama mengajukan kredit kendaraan tanpa harus datang ke cabang.
Bagi CNAF, penguatan kanal digital sekaligus jadi cara menekan biaya operasional sekaligus memperluas jangkauan pemasaran di luar kota-kota besar. Namun perusahaan tetap dituntut menjaga keseimbangan antara kecepatan layanan dan kehati-hatian.