KENDARI — Sembilan personel Polda Sulawesi Tenggara resmi masuk kontingen Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA, misi perdamaian PBB yang berpusat di Bangui, Republik Afrika Tengah. Komposisinya tujuh polisi laki-laki dan dua polisi wanita.
Prosesi pembaretan digelar di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). Dua polwan yang terpilih adalah Brigpol Dwi Nurrohmah Muntalib, S.H., M.H., dan Briptu Azalya, S.H.
Brigpol Dwi Nurrohmah merupakan anggota Polri angkatan 439. Ia menjalani seleksi dari tingkat daerah hingga tingkat pusat, lalu mengikuti Latihan Pra Tugas (Latpragas) selama kurang lebih enam bulan.
Dari rangkaian itu, Dwi meraih predikat sebagai salah satu lulusan Polwan terbaik. Ia menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari latihan, kerja keras, doa, serta dukungan keluarga, terutama suami dan kedua orang tuanya.
"Terima kasih kepada Bapak Kapolda, Bapak Wakapolda atas dukungannya sehingga kami bisa mengharumkan nama Sulawesi Tenggara, khususnya Polda Sultra," ungkap Brigpol Dwi Nurrohmah.
Briptu Azalya melengkapi kuota dua polwan Sultra dalam kontingen. Keduanya membawa nama institusi Polri sekaligus nilai-nilai kemanusiaan Indonesia ke kancah internasional.
Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H. menyatakan para personel akan bertugas di Bangui. Kawasan itu menjadi salah satu wilayah penugasan PBB.
"Para personel akan dikirim ke Afrika Tengah, tepatnya di Bangui yang merupakan daerah tugas PBB," ungkapnya saat prosesi pembaretan.
Durasi penugasan diperkirakan 12 hingga 14 bulan. Selama periode itu, mereka bergabung dalam misi perdamaian dan kemanusiaan PBB di Republik Afrika Tengah.
Bagi Dwi dan Azalya, penugasan ini menjadi kesempatan mengabdikan diri di tingkat internasional. Misi tersebut juga menunjukkan kemampuan personel Polri dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Dari Sulawesi Tenggara, keduanya kini membawa nama Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Polda Sultra dan masyarakat Bumi Anoa menaruh harapan besar pada keduanya.