KENDARI — Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Polda Sulawesi Tenggara menjadi momentum meneguhkan nilai persatuan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Johanes Pangihutan Siboro bertindak sebagai pemimpin upacara. Personel gabungan dari berbagai satuan fungsi memenuhi Lapangan Apel Presisi Polda Sultra.
Tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" dipilih sebagai pengingat bahwa Pancasila bukan sekadar agenda seremonial. Nilai-nilai dasar negara itu dinilai relevan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Bagi institusi kepolisian, nilai Pancasila memiliki keterkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas harian. Terutama dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
Prinsip persatuan, keadilan, dan kemanusiaan disebut menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan kepolisian yang berorientasi pada kepentingan warga. Setiap personel diharapkan menjadikan nilai-nilai itu sebagai landasan bertugas.
Rangkaian upacara diisi dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momen itu menjadi refleksi terhadap pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Nilai persatuan dinilai semakin penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, semangat Pancasila diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan, tetapi diwujudkan melalui sikap dan tindakan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila, personel Polda Sultra diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Peran itu sekaligus turut memperkuat persatuan serta keutuhan NKRI.
Peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Termasuk melalui pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.