Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Sumur Lubang Buaya di kompleks Monumen Pancasila Sakti, Jakarta, seusai memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026. Di lokasi itu, Kepala Negara berhenti dan berdoa di dekat sumur tempat ditemukannya jenazah tujuh Pahlawan Revolusi dalam rangkaian peristiwa 30 September 1965. Kunjungan berlanjut ke Museum Kesaktian Pancasila untuk melihat koleksi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
JAKARTA — Prabowo tiba di area sumur dengan didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Turut mendampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin.
Di dekat sumur, Presiden berhenti dan berdoa. Sumur itu menjadi lokasi ditemukannya jenazah tujuh Pahlawan Revolusi dalam rangkaian peristiwa 30 September 1965.
Usai berdoa, Prabowo menuju area tenda undangan dan bersalaman dengan sejumlah tamu, termasuk perwakilan negara sahabat. Ia juga menyempatkan diri berdialog dan bersalaman dengan para siswa yang hadir dalam upacara.
Presiden dan rombongan kemudian bergerak menuju Museum Kesaktian Pancasila di kompleks yang sama. Di museum itu, mereka melihat koleksi yang berkaitan dengan peristiwa 1965.
Kunjungan ini berlangsung setelah Prabowo memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya.
Upacara tersebut mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Upacara turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, serta perwakilan negara sahabat.
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober. Peringatan tersebut berkaitan dengan rangkaian peristiwa politik dan kekerasan pada akhir September hingga awal Oktober 1965.
Rangkaian peristiwa itu mencakup penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat yang kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.