BUTON UTARA — Operasi pencarian dimulai pukul 07.00 Wita. Tim pertama menyisir laut menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) di area seluas 5 NM², sementara tim kedua mengerahkan tiga unit longboat ke tiga lokasi berbeda.
Pencarian melibatkan SMC dan staf SMC KPP Kendari, rescuer KPP Kendari, BPBD Buton Utara, Pos Polair Buton Utara, aparat Kecamatan Kulisusu, Kodim 1429 Buton Utara, Kepala Desa Torombia, Babinsa, Bhabinkamtibmas, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.
Peralatan yang dikerahkan mencakup rescue car, RIB, longboat, PALSAR medis, PALSAR evakuasi, peralatan komunikasi, dan perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.
Ayudin merupakan warga Desa Torombia, Kecamatan Kulisusu Utara. Ia pergi melaut pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 05.00 Wita menggunakan longboat untuk mencari gurita di sekitar perairan Desa Torombia.
Korban tidak kunjung kembali. Keluarga dan masyarakat kemudian melakukan pencarian mandiri dan menemukan longboat yang diduga digunakan Ayudin, tetapi korban tidak ditemukan.
Sejak itu, operasi SAR resmi bergulir dan terus dilanjutkan hingga memasuki hari kelima.
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah. Kecepatan angin sekitar 1,8 kilometer per jam dari arah utara, dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1 meter.
Kondisi tersebut mendukung penyisiran laut, meski korban tetap belum ditemukan.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, menyatakan pencarian terhadap Ayudin terus dilakukan dengan memperluas penyisiran di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban.
“Pencarian terhadap Ayudin terus dilakukan dengan memperluas penyisiran di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban,” kata Amiruddin.
Ia menambahkan, hingga perkembangan operasi hari keempat, korban belum berhasil ditemukan.
Tim SAR Gabungan memastikan operasi pencarian berlanjut pada hari-hari berikutnya dengan menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban di sekitar perairan Desa Torombia.