Kabut Asap Karhutla Papua Selatan Hilang dari Langit Baubau, BMKG Sebut Angin Berbelok ke Utara

Penulis: Fajar  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:16:01 WIB
Langit Baubau terpantau cerah setelah kabut asap karhutla Papua Selatan tidak lagi terbawa ke wilayah tersebut.

BAUBAU — Kepala BMKG Baubau, Adi Istiyono, menjelaskan bahwa pola angin yang sebelumnya bergerak dari tenggara hingga timur menuju Baubau kini tertarik ke arah utara. Perubahan itu dipicu sistem tropis di wilayah utara Indonesia yang mengubah arah pergerakan massa udara.

Dampaknya, asap dari titik-titik panas karhutla di Papua Selatan untuk sementara tidak lagi terbawa ke Baubau dan sekitarnya. Kondisi langit cerah ini diperkirakan bertahan pada 4 hingga 6 Oktober 2026.

Angin Berbelok, Sebaran Asap Beralih ke Utara

Adi memaparkan, sebelumnya angin bertiup dari tenggara ke timur dan membawa asap karhutla Papua Selatan melintasi perairan hingga masuk ke Kepulauan Buton. Pola itu yang membuat kualitas udara Baubau menurun dalam beberapa hari terakhir.

"Pola angin menuju Baubau berubah. Tadinya angin dari tenggara ke timur, tetapi sekarang tertarik ke daerah utara karena adanya sistem tropis di wilayah utara Indonesia. Sehingga asap yang biasanya menyebar ke arah tenggara atau timur dan memengaruhi kualitas udara di Baubau dan sekitarnya, kini sebarannya beralih menuju utara," jelas Adi.

Meski begitu, sumber asap di Papua Selatan belum padam. Sejumlah titik panas masih terpantau, sehingga potensi penyebaran asap tetap perlu diwaspadai warga.

Mengapa Asap Bisa Kembali ke Baubau?

BMKG menegaskan kondisi ini belum permanen. Jika sistem tropis di utara Indonesia melemah atau hilang, pola angin berpotensi kembali bergerak dari timur hingga tenggara dan membawa asap ke Baubau.

"Sumber asapnya masih ada di wilayah Papua Selatan. Hujan juga belum turun. Sewaktu-waktu, jika sistem tropis sudah lenyap dan kondisi angin kembali ke timur atau tenggara, diperkirakan asap dapat kembali menyebar ke wilayah Baubau dan sekitarnya," ujar Adi.

Faktor musim kemarau yang masih berlangsung turut memperkuat peluang itu. Pengaruh El Nino yang masih kuat membuat sumber asap belum sepenuhnya mereda.

"Musim kemarau masih berlangsung dan pengaruh El Nino juga masih kuat, sehingga asap belum bisa sepenuhnya memudar," katanya.

Warga Diminta Tetap Pakai Masker

Kendati langit sudah cerah, Adi mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Masker disarankan tetap dipakai sebagai langkah antisipasi.

Imbauan itu menyasar warga yang berkegiatan pagi di pasar, pelajar yang berangkat sekolah, hingga pekerja lapangan di kawasan pelabuhan dan perkantoran Baubau.

BMKG Stasiun Meteorologi Baubau akan terus memantau perubahan pola angin dan pergerakan sebaran asap dari Papua Selatan. Informasi terbaru dijanjikan diperbarui untuk memberi gambaran kepada warga soal potensi perubahan kualitas udara.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan apabila kabut asap kembali muncul di wilayah Baubau dan sekitarnya.

Reporter: Fajar
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top