KENDARI — Usman, S.P. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KJI Sulawesi Tenggara dalam proses pembentukan kepengurusan tingkat provinsi. Penunjukan itu berlangsung tanpa kontestasi suara, menandai dimulainya kerja organisasi di tingkat daerah.
Setelah terpilih, Usman langsung menyoroti tantangan yang dihadapi wartawan di tengah arus informasi yang bergerak cepat. Ia menilai jurnalis dituntut tetap responsif tanpa mengabaikan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan berita.
Usman menyebut kehadiran KJI di Sulawesi Tenggara diarahkan menjadi ruang bagi jurnalis untuk bertukar gagasan, memperluas jaringan, serta meningkatkan kapasitas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
"Kehadiran KJI di Sulawesi Tenggara diharapkan menjadi ruang bagi jurnalis untuk bertukar gagasan, memperluas jaringan, serta meningkatkan kapasitas dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab," ungkapnya.
Menurutnya, profesionalisme dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik menjadi aspek yang perlu terus diperkuat dalam setiap aktivitas pemberitaan. Dua hal itu dinilai sebagai fondasi menjaga kepercayaan publik terhadap pers.
Usman berharap KJI Sultra mengambil bagian dalam mendorong terciptanya ekosistem pers yang sehat, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik. Harapan itu disampaikannya dengan menekankan posisi organisasi sebagai bagian dari ekosistem tersebut.
"KJI Sultra diharapkan dapat mengambil bagian dalam mendorong terciptanya ekosistem pers yang sehat, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik," tuturnya.
Selain memperkuat solidaritas antarpwartawan, organisasi ini diproyeksikan menjadi wadah peningkatan kompetensi sumber daya manusia jurnalistik. Tujuannya agar wartawan daerah mampu menjawab perubahan lanskap media yang terus bergerak.
Langkah berikutnya di bawah kepemimpinan Usman adalah mempersiapkan struktur kepengurusan. Ia juga akan membangun komunikasi dengan insan pers di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
Pengembangan jaringan tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan organisasi. Kehadiran KJI diharapkan memberi manfaat nyata bagi jurnalis di daerah, bukan hanya di ibu kota provinsi.
Usman menyatakan pembentukan kepengurusan tingkat provinsi menjadi momentum merancang program kerja sesuai kebutuhan wartawan. Program itu mencakup penguatan kapasitas jurnalistik, pemahaman etika pers, dan peningkatan kualitas pemberitaan.
"Pembentukan kepengurusan tingkat provinsi juga menjadi momentum untuk merancang program kerja yang sesuai dengan kebutuhan wartawan, termasuk penguatan kapasitas jurnalistik, pemahaman etika pers, dan peningkatan kualitas pemberitaan," ujarnya.
Keberhasilan organisasi profesi pers tidak cukup diukur dari terbentuknya kepengurusan. Konsistensi program, kualitas sumber daya manusia, dan kontribusi menjaga kehidupan pers yang profesional dan bertanggung jawab menjadi penentu berikutnya.
Terpilihnya Usman secara aklamasi menjadi titik awal perjalanan KJI Sultra mewujudkan tujuan tersebut. Tantangan bagi kepemimpinan baru adalah menerjemahkan kepercayaan itu menjadi kerja nyata, memperkuat kolaborasi, dan menjaga marwah pers di Sulawesi Tenggara.