Ritual Santiago di Baubau Digelar Lebih Awal, Nisan Sultan Murhum hingga Oputa Yi Koo Jadi Sorotan

Penulis: Yasir  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:17:01 WIB
Prosesi ziarah makam sultan dalam ritual Santiago digelar di kawasan Masjid Agung Keraton Buton, Baubau.

BAUBAU — Ziarah makam sultan dalam ritual Santiago tahun ini menyisakan catatan tersendiri bagi Pemkot Baubau. Sejumlah tulisan pada nisan makam sultan di sekitar Masjid Agung Keraton Buton terlihat memudar dan terhapus. Kondisi itu menjadi perhatian saat prosesi adat berlangsung.

Sekretaris Daerah Baubau La Ode Darus Salam menyebut pihaknya akan membawa temuan tersebut ke Wali Kota Baubau Yusran Fahim. Menurut dia, Dinas Pariwisata perlu memprioritaskan pembenahan, terutama pengadaan papan nama informasi makam para sultan.

"Terkait tulisan pada nisan para sultan yang sudah mulai pudar, hal ini akan segera kami laporkan kepada Wali Kota agar Dinas Pariwisata dapat memprioritaskan pembenahan, khususnya pengadaan papan nama informasi makam para sultan," ujar La Ode Darus Salam melalui keterangan resmi, Selasa (13/10).

Mengapa Ritual Santiago Digelar Lebih Awal Tahun Ini

Pelaksanaan ritual Santiago biasanya berlangsung pada 15 atau 16 Oktober. Tahun ini, Pemkot Baubau memajukannya ke Senin (12/10/2026) di Kamali Kara, kawasan Benteng Keraton Buton.

La Ode Darus Salam menyebut pergeseran jadwal itu sebagai momentum permohonan doa dan restu kepada leluhur sebelum seluruh rangkaian HUT Kota Baubau dimulai.

"Ritual Santiago ini kita laksanakan setiap menjelang HUT Kota Baubau. Tahun ini kita majukan lebih awal sebagai penanda bahwa sebelum seluruh rangkaian kegiatan dimulai, kita terlebih dahulu memohon doa dan berpamitan kepada para sultan melalui ziarah makam, agar seluruh proses acara berjalan aman dan lancar," jelasnya.

Sultan Murhum hingga Sultan Dayanu Ikhsanuddin Jadi Titik Ziarah

Ziarah terfokus pada sejumlah makam sultan di sekitar kawasan Masjid Agung Keraton Buton. Di antaranya makam Sultan Murhum, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo, serta Sultan Dayanu Ikhsanuddin.

Waktu yang terbatas membuat ziarah belum menjangkau seluruh makam sultan. Meski begitu, La Ode Darus Salam menegaskan substansi penghormatan dan doa tetap tertuju pada seluruh pendahulu Kesultanan Buton.

Remaja Baubau Ambil Peran di Tari Galangi

Pemkot Baubau turut menyoroti regenerasi pelestarian adat di kalangan remaja. Peran generasi muda terlihat pada Tari Galangi yang sebelumnya lebih banyak dibawakan kalangan tua.

Ritual Santiago tahun ini menjadi pembuka semarak HUT ke-485 Kota Baubau sekaligus perayaan 25 tahun Baubau sebagai daerah otonom. Rangkaian kegiatan HUT menyusul setelah prosesi adat rampung.

Reporter: Yasir
Sumber: kendariinfo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top