Pemkot Kendari Wajibkan Tiap OPD Lahirkan 2 Inovasi Berdampak Setiap Tahun Mulai 2026

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:17:01 WIB
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran memimpin pembukaan Sosialisasi Inovasi Daerah di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari.

KENDARI — Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menetapkan setiap OPD di lingkup Pemkot Kendari menyetor minimal dua inovasi berdampak per tahun. Kewajiban itu berlaku sebagai bagian dari penilaian kinerja, bukan sekadar pelengkap laporan kegiatan.

Kebijakan ini menuntut setiap dinas, badan, dan bagian di lingkungan Pemkot Kendari bergerak aktif mencari gagasan baru. Siska menilai perkembangan kebutuhan warga menuntut pemerintah daerah memperbarui cara kerja.

Tanpa kreativitas dan keberanian menghadirkan gagasan baru, pelayanan publik berisiko berjalan monoton. Dampaknya, perubahan yang dirasakan warga menjadi lambat.

Inovasi Dinilai Bagian dari Budaya Kerja ASN, Bukan Formalitas

Siska menegaskan inovasi harus melekat dalam kebiasaan kerja aparatur sipil negara (ASN). Ia menolak anggapan bahwa inovasi cukup dihadirkan untuk memenuhi penilaian pemerintah pusat.

"Inovasi bukan lagi sekadar pilihan atau dokumen di atas kertas, melainkan sebuah keharusan," tegas Siska dalam pembukaan Sosialisasi Inovasi Daerah di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Kamis (15/10/2026).

Ia mendorong seluruh ASN lebih aktif mengembangkan ide, meningkatkan kapasitas diri, dan memperluas wawasan melalui kebiasaan membaca. Kolaborasi antar-bidang juga diminta diperkuat dalam menyelesaikan persoalan daerah.

Setiap ASN Diminta Menyumbang Gagasan, Bukan Hanya Kepala OPD

Tanggung jawab melahirkan inovasi tidak hanya dibebankan ke kepala atau pimpinan OPD. Siska menyebut setiap ASN punya kesempatan sama untuk berkontribusi melalui gagasan sesuai tugas dan bidang kerjanya.

Pemkot Kendari juga membuka ruang partisipasi bagi masyarakat, perguruan tinggi, dan komunitas. Kolaborasi lintas sektor diharapkan menghasilkan ide yang relevan dengan kebutuhan warga dan bisa diterapkan secara nyata.

Apa Dampaknya bagi Pelayanan Warga Kendari?

Lewat kebijakan minimal dua inovasi berdampak setiap tahun, Pemkot Kendari mendorong birokrasi yang lebih kreatif dan responsif. Orientasi akhirnya adalah hasil yang dirasakan langsung oleh warga, bukan tumpukan dokumen atau laporan kegiatan.

Inovasi yang lahir dari tiap OPD diharapkan mendukung peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan di Kota Kendari. Sejauh mana kebijakan ini berjalan akan terlihat dari inovasi apa yang benar-benar diterapkan ke masyarakat.

Reporter: Sutomo
Sumber: radarkendari.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top