Ai Ogura Tolak Tawaran Honda ke MotoGP 2024, Ini Alasannya

Penulis: Ragil  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 19:18:01 WIB
Pebalap Ai Ogura mengaku menolak kursi LCR Honda untuk MotoGP 2024 karena belum siap dan ingin meraih gelar juara dunia Moto2 lebih dulu.

SULAWESI TENGGARA — Ai Ogura mengaku menolak kesempatan naik ke MotoGP bersama LCR Honda pada 2024 bukan karena ragu kemampuan, melainkan belum siap dan masih mengejar gelar juara dunia Moto2. Pilihan itu terbukti tepat: ia juara Moto2 2024, promosi ke MotoGP 2025, lalu menang di Belanda dan kini bersiap membela tim pabrikan Yamaha pada 2027.

Wawancara eksklusif dengan Crash yang dikutip Senin (19/10/2026) mengungkap detail di balik keputusan yang sempat dianggap berisiko tersebut. Ogura menyebut ada dua alasan utama yang membuatnya menolak kursi LCR Honda untuk musim 2024, dan keduanya soal kesiapan diri, bukan soal nilai kontrak.

Dua Alasan di Balik Penolakan Kursi LCR Honda

"Saya menolak Honda karena saya belum siap untuk MotoGP," ujar Ogura. "Selain itu saya ingin meraih satu gelar juara sebelum naik ke MotoGP. Itu dua alasan terbesar saya."

Penilaian itu masuk akal bila melihat rekam jejaknya. Ogura menempuh jalur panjang bersama Honda, mulai dari Asia Talent Cup lalu Honda Team Asia di Moto3 dan Moto2. Naik ke kelas premier tanpa gelar dunia di tangan berarti masuk ke MotoGP dengan modal mental yang belum utuh.

Pindah ke MT Helmets-MSI dan Gelar Moto2 2024

Keputusan menolak Honda membawa Ogura ke MT Helmets-MSI untuk musim 2024. Di tim itulah ia akhirnya merebut gelar juara dunia Moto2 pada tahun yang sama, membuktikan bahwa penundaan satu tahun itu bukan langkah mundur.

Jalur promosi ke MotoGP tetap terbuka lebar setelahnya. Pada 2025 Ogura naik ke kelas premier bersama Trackhouse, tim satelit Aprilia, dan mencatat sejarah sebagai pebalap Jepang pertama yang memenangi balapan MotoGP sejak 2004 lewat kemenangan di MotoGP Belanda.

Bukan Rencana Jangka Panjang, Tapi Keputusan Situasional

Ogura membantah bahwa langkah kariernya disusun bertahun-tahun sebelumnya. Menurutnya setiap keputusan diambil berdasarkan kondisi yang sedang dihadapi.

"Saya hanya mengambil keputusan yang menurut saya paling tepat berdasarkan situasi saat itu. Jadi, bukan berarti saya sudah merencanakan semuanya sejak awal. Tentu saja, tawaran yang kamu dapatkan bergantung pada hasil yang diraih," ujarnya.

Soal penyesalan, ia tegas. "Saya senang dengan keputusan yang saya buat. Saya tidak punya perasaan tertentu soal itu."

Tantangan Baru: Yamaha Pabrikan Bersama Jorge Martin pada 2027

Setelah dua musim bersama Trackhouse, Ogura menghadapi babak baru pada musim 2027. Ia telah menandatangani kontrak untuk bergabung dengan tim pabrikan Yamaha bersama Jorge Martin.

Kepindahan itu mencatat sejarah tersendiri. Ogura akan menjadi pebalap Jepang pertama yang membela tim pabrikan Jepang di MotoGP sejak era Shinya Nakano yang memperkuat Kawasaki pada 2006.

Beban kerjanya jelas berbeda dari tim satelit. Yamaha masih berupaya membangun kembali daya saing, dengan kemenangan terakhir di MotoGP terjadi pada GP Jerman 2022. Ogura menyadari tugas utamanya bukan sekadar finis di depan.

"Tugas saya adalah memberikan 100 persen kemampuan di atas motor. Bagaimana mereka memanfaatkan saya, itu terserah mereka. Namun sebagai pebalap, tugas utama saya adalah membuat motor melaju lebih cepat dan melakukan apa pun yang bisa saya lakukan di atas motor," tukasnya.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Keputusan Ogura menolak Honda tidak bisa dijadikan patokan umum bagi pebalap muda, karena kursi MotoGP tidak selalu datang dua kali.
  • Rekam jejak Yamaha pabrikan dalam beberapa musim terakhir belum kompetitif, sehingga target realistis Ogura pada 2027 kemungkinan besar soal pengembangan motor, bukan podium.
  • Status "pebalap Jepang pertama di tim pabrikan Jepang sejak 2006" menambah tekanan media, terutama dari pers Jepang yang menuntut hasil cepat.
Reporter: Ragil
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top