SULAWESI TENGGARA — Tekanan iklim yang makin sering terjadi di Asia Tenggara berdampak langsung pada cara ibu mengasuh anak. Studi ARNEC di pesisir Bangladesh menemukan pengasuh jadi lebih keras saat menghadapi krisis, dan ini jadi peringatan penting bagi keluarga Indonesia.
Perubahan iklim bukan cuma soal cuaca ekstrem atau banjir yang datang tiba-tiba. Bagi keluarga dengan anak usia dini, tekanan lingkungan ikut mengubah cara pengasuhan di rumah.
Studi yang dipaparkan dalam forum regional di Jakarta menunjukkan kaitan erat antara krisis iklim dan meningkatnya risiko pola asuh kasar.
Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) meneliti keluarga di pesisir Bangladesh yang rutin menghadapi bencana iklim. Hasilnya, tekanan yang datang terus-menerus membuat para pengasuh lebih mudah bersikap keras terhadap anak.
Chair of the ARNEC Steering Committee, Sara Dang, menyampaikan temuan itu dalam acara 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development (ECD) di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
"Sebuah studi ARNEC di pesisir Bangladesh menemukan bahwa tekanan iklim seringkali membuat para pengasuh lebih keras terhadap anak-anak mereka," tutur Dang.
Anak penyandang disabilitas berada di posisi paling rentan. Dalam situasi darurat, mereka berisiko mengalami penelantaran hingga pengabaian yang lebih tinggi dibanding anak lain.
Director SEAMEO Secretariat, Dr Habibah Abdul Rahim, menambahkan data UNICEF terbaru. Pada 2025, lebih dari 171 juta siswa di 106 negara dan wilayah terdampak bencana iklim.
Angka itu belum menghitung anak-anak PAUD yang tidak terdaftar di pendidikan formal. Mereka kehilangan akses dan kesempatan belajar melalui bermain.
"Meskipun angka yang serius, tidak sepenuhnya mencakup anak-anak PAUD. Angka ini termasuk mereka yang tidak terdaftar dalam pendidikan formal yang kehilangan akses dan kesempatan belajar melalui bermain," kata Habibah.
Menurut Habibah, ketahanan iklim perlu masuk ke kehidupan sehari-hari, termasuk sistem perkembangan anak usia dini. Fasilitas PAUD yang aman, air dan sanitasi yang andal, serta tenaga kerja yang siap mendukung kesejahteraan emosional anak jadi kunci.
Sejumlah negara di Asia Pasifik mulai mengintegrasikan perubahan iklim ke layanan PAUD. Fiji mengangkat isu ini dalam kebijakan pendidikannya, sementara Bangladesh menyusun rencana aksi nasional.
Bhutan memasukkan ketahanan iklim ke rencana lima tahun negaranya. Pakistan kini mulai memperhatikan kebutuhan anak usia dini dalam respons iklim.
"Sedikit demi sedikit, pendidikan anak usia dini menjadi bagian dari aksi iklim," ujar Dang.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengakui anak-anak termasuk kelompok rentan saat degradasi lingkungan, ketidakstabilan ekonomi, dan kesenjangan sosial terjadi bersamaan.
Kemendikdasmen menjalankan wajib pendidikan prasekolah satu tahun sebagai bagian dari prioritas wajib belajar 13 tahun. Program revitalisasi satuan pendidikan juga menyasar PAUD agar lingkungan belajar aman dan memadai.
Dari sisi pembiayaan, jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP) diperluas hingga jenjang PAUD. Suharti menilai integrasi isu iklim ke layanan PAUD butuh pertukaran pengalaman antarnegara.
"Bersama-sama, kita memiliki satu tujuan, yaitu memberikan setiap anak di wilayah kita kesempatan yang kuat dan adil dalam hidup," katanya.
Tekanan iklim sering memicu stres ekonomi dan kelelahan mental pada orang tua. Kenali tanda diri sendiri: mudah membentak, kehilangan kesabaran, atau merasa sendirian mengurus anak.
Siapkan rencana sederhana untuk situasi darurat, seperti tas siaga bencana dan daftar kontak keluarga. Rencana yang jelas mengurangi kepanikan saat situasi sulit datang.
Kalau beban pengasuhan terasa berat, ceritakan ke pasangan, keluarga, atau layanan konseling. Meminta bantuan bukan tanda gagal, tapi cara melindungi anak dari pola asuh yang kasar.
Krisis iklim memang datang dari luar rumah, tapi dampaknya pada anak bisa dicegah dengan kesiapan keluarga. Mulai dari mengenali stres sendiri hingga menyiapkan rencana darurat sederhana, langkah kecil hari ini membantu anak tumbuh aman.