Kuliner Halal di Hong Kong: Roti Nanas hingga Hotpot di Tsim Sha Tsui

Penulis: Yasir  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:18:01 WIB
Wisatawan Muslim Indonesia kini memiliki lebih banyak pilihan kuliner halal di Hong Kong, mulai dari roti nanas hingga hotpot bersertifikasi halal.

SULAWESI TENGGARA — Wisatawan Muslim Indonesia yang berkunjung ke Hong Kong kini punya lebih banyak pilihan kuliner halal, mulai dari bolo bun dan egg tart di Chrisly Café Tsim Sha Tsui hingga hotpot bersertifikasi halal di Little Sheep Village. Hong Kong Tourism Board (HKTB) kembali menggandeng brand modest fashion Indonesia, Nada Puspita, lewat kampanye Intertwined setelah kolaborasi perdana pada 2024. Panduan ini bisa jadi acuan sebelum berangkat, terutama bagi yang ingin menyantap kuliner lokal tanpa ragu soal status halalnya.

Kampanye Intertwined menyasar wisatawan Muslim Indonesia yang ingin menikmati budaya lokal Hong Kong, bukan sekadar berbelanja di pusat perbelanjaan atau berfoto di gedung pencakar langit. Gagasan yang diusung HKTB bersama Nada Puspita menempatkan kuliner sebagai pintu masuk untuk mengenal keseharian warga Hong Kong.

Chrisly Café Tsim Sha Tsui: Roti Nanas dan Egg Tart

Chrisly Café di Tsim Sha Tsui mengusung gaya cha chaan teng, kedai teh klasik Hong Kong yang jadi tempat makan sehari-hari warga. Dari dapur kedai ini keluar bolo bun, roti yang lebih dikenal sebagai roti nanas karena permukaannya bertekstur seperti buah nanas.

Menu lain yang jadi incaran adalah egg tart, kudapan berbentuk tart dengan isian telur yang legit dan populer di Hong Kong. Satu hal yang perlu dicatat wisatawan Muslim: sertifikasi halal Chrisly Café hanya mencakup bagian toko rotinya, bukan seluruh area kedai.

Little Sheep Village Hot Pot: Prasmanan Halal di Yau Ma Tei dan Wan Chai

Little Sheep Village Hot Pot menawarkan konsep prasmanan hotpot bersertifikasi halal dengan panci individual dan ban berjalan untuk menyajikan aneka bahan makanan. Pengunjung bisa memilih sendiri kuah kaldu, lalu mengambil pilihan daging halal dan hidangan pendamping sesuai selera.

Restoran ini punya cabang di Yau Ma Tei dan Wan Chai, dua kawasan yang mudah dijangkau dengan MTR. Konsep panci individual membuat restoran ini cocok untuk santap bersama keluarga maupun rombongan teman yang punya preferensi kuah berbeda.

Marouf Coffee dan Cookies Quartet untuk Istirahat dan Oleh-oleh

Di sela perjalanan, Marouf Coffee bisa jadi tempat berhenti untuk menikmati kopi spesialti. Untuk oleh-oleh, Cookies Quartet menyediakan kukis buatan tangan yang dikemas untuk dibawa pulang.

Status halal setiap produk di dua tempat ini sebaiknya diperiksa lebih dulu sebelum membeli. Sertifikasi bisa berbeda antarproduk dalam satu gerai, jadi jangan berasumsi semua menu otomatis halal.

Tips Berburu Kuliner Halal di Hong Kong

  • Cek cakupan sertifikasi halal per produk, bukan per merek. Di Chrisly Café, sertifikasi hanya berlaku untuk toko rotinya.
  • Manfaatkan panduan wisata resmi HKTB untuk daftar rekomendasi kuliner ramah Muslim lainnya.
  • Simpan alamat cabang Little Sheep Village di Yau Ma Tei dan Wan Chai agar mudah dicari lewat aplikasi peta.
  • Siapkan waktu makan di luar jam sibuk karena kedai gaya cha chaan teng biasanya ramai pada jam makan siang.

Rute transportasi, jam operasional, dan harga menu di setiap tempat sebaiknya dikonfirmasi lewat kanal resmi masing-masing gerai atau panduan HKTB sebelum berangkat. Informasi itu bisa berubah mengikuti musim dan kebijakan pengelola.

Untuk perjalanan tiga sampai empat hari, kuliner halal di Tsim Sha Tsui, Yau Ma Tei, dan Wan Chai bisa dirangkai dalam satu rute harian karena ketiganya terhubung jaringan MTR. Sisipkan satu sesi santap hotpot bersama keluarga, lalu tutup dengan roti nanas dan egg tart sebagai camilan sore sebelum kembali ke hotel.

Reporter: Yasir
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top