KENDARI — Bennu Sorumba merintis karier makeup dari kebiasaan sederhana saat bersekolah di SMK Negeri 3 Kendari. Kala itu ia sering membantu teman-teman merias wajah, lalu bergabung dengan Studio Dua Lapan untuk menangani riasan di berbagai kegiatan.
Ketertarikan pada dunia makeup tumbuh tanpa rencana matang. "Kalau tertarik dengan makeup itu sebenarnya berjalan dengan sendirinya. Waktu masih Kendari sekolah, saya sering membantu teman-teman merias. Dari situ mulai mengenal dunia makeup," kata Bennu kepada awak media, Jumat (23/10/2026).
Setelah lulus sekitar 1999, Bennu memutuskan merantau ke Jakarta pada 2000. Ibu kota tidak langsung memberinya pekerjaan sebagai perias profesional.
Ia sempat mengikuti sejumlah casting sinetron dan bekerja di beberapa rumah makan demi memenuhi kebutuhan hidup. Pendapatan pas-pasan membuatnya kesulitan membayar kos.
Pintu masuk ke industri kecantikan datang tak terduga. Saat tengah mengikuti casting, Bennu ditawari menjadi asisten makeup.
"Terus waktu ke Jakarta ngerantau gitu, sempat ikut-ikut kayak di casting-casting sinetron, ikut-ikut kerja di beberapa rumah makan. Terus pas lagi ikut casting, aku tiba-tiba ditawari jadi asisten makeup," ujarnya.
Berbekal pengalaman sebagai asisten, Bennu mengasah keterampilan hingga perlahan dipercaya menangani klien sendiri. Nama Syahrini, Agnez Mo, dan Krisdayanti masuk daftar kliennya.
Pengalaman paling berkesan datang ketika Bennu dipercaya merias Iriana Joko Widodo, istri Presiden ke-7 RI. Ia mengaku gugup luar biasa pada penampilan pertama.
"Dulu waktu pertama kali makeup-in, sudah pasti nervous banget, lebih nervous dari makeup artis. Pertama, karena orang nomor satu di Indonesia," ungkapnya.
Tantangan berikutnya memahami selera Iriana yang cenderung natural. Bennu harus menyesuaikan teknik riasan sekaligus membangun komunikasi agar suasana selama proses merias terasa nyaman.
"Yang kedua, beliau tidak mau makeup yang heboh, maunya natural. Terus juga aku harus bagaimana caranya aku bisa membuka topik yang nyambung sama Ibu. Itu sih yang paling susah," jelasnya.
Bennu menilai setiap klien punya karakter wajah, kebutuhan, dan selera berbeda. Menguasai teknik merias saja tidak cukup; kemampuan memahami keinginan klien menjadi kunci.
Saat merias Aurel Hermansyah, tantangannya menghadirkan penampilan istimewa bagi klien yang sehari-hari sudah memakai makeup penuh. "Jadi kayak contoh aku makeup-in Aurel, tantangannya dia tuh karena udah terbiasa makeup hari-hari full. Jadi gimana caranya pada saat harinya dia tuh terlihat cantik dan mengelingin," ungkap Bennu.
Persoalan serupa muncul ketika menangani Alyssa Daguise yang ingin riasan ringan namun tetap flawless. "Dia basicnya udah cantik banget, tapi dia gak suka makeup yang tebal, maunya flawless dan natural. Tapi gimana makeup naturalnya itu bikin dia pangling. Nah, itu sih masing-masing punya tantangan tersendiri," katanya.
Atas kiprahnya, Bennu Sorumba didapuk sebagai Inspiring Makeup Artist of the Year 2026. Pengakuan itu menutup perjalanan panjang pria asal Konawe Selatan yang pernah kesulitan membayar kos di Jakarta.