KENDARI — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar BIK Night Run 2026 di kawasan Eks MTQ Kendari dengan dua kategori lomba, 5K Fun Run dan 10K Race. Kategori 5K Fun Run menyasar pelari santai, termasuk pemula dan keluarga. Sementara 10K Race menjadi tantangan bagi pelari yang ingin menguji ketahanan dan mengejar catatan waktu terbaik.
Anggota Dewan Komisioner OJK Adi Budiarso menyampaikan pesan kesehatan finansial di hadapan peserta sebelum lomba dimulai. Ia mengaitkan momentum Bulan Inklusi Keuangan dengan kebiasaan berlari masyarakat.
"Saya ada dua pesan. Yang pertama, kita biasanya berlari untuk kesehatan dan kebugaran. Nah, dalam momentum Bulan Inklusi Keuangan, kita juga akan berlari untuk kesehatan keuangan kita," ujar Adi Budiarso.
Menurut Adi, kesehatan fisik perlu diimbangi kondisi finansial yang sehat agar masyarakat bisa menjalani kehidupan lebih baik. "Jadi, kita tidak hanya bugar secara fisik, kita juga harus bugar dan sehat untuk keuangan dan untuk Sultra yang makin maju dan sejahtera," katanya.
Panitia menerapkan sejumlah ketentuan untuk menjaga ketertiban dan sportivitas, terutama pada kategori 10K Race. Setiap peserta wajib menyelesaikan seluruh jarak lomba dan melewati setiap titik pemeriksaan sesuai rute yang ditentukan.
Peserta dilarang menggunakan kendaraan maupun alat bantu lain selama perlombaan. Pelari yang masuk penentuan podium wajib menunjukkan KTP atau kartu pelajar saat verifikasi untuk memastikan keabsahan hasil lomba.
Panitia berhak mendiskualifikasi peserta yang menyimpang dari rute resmi, memakai nomor BIB milik pelari lain, menerima bantuan kendaraan atau alat pacu, hingga melakukan tindakan tidak sportif yang merugikan peserta lain.
Untuk mendukung kebutuhan pelari, panitia menyediakan empat titik water station pada kategori 10K. Peserta diimbau mematuhi arahan marshal, memperhatikan petunjuk rute, menjaga keselamatan, serta menghormati sesama pelari dan pengguna jalan.
Melalui BIK Night Run 2026, OJK mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya inklusi keuangan. Semangat itu diharapkan mendukung terwujudnya masyarakat Sulawesi Tenggara yang lebih maju dan sejahtera.