MUNA BARAT — Dua grup barisan MA Lapokainse tampil maksimal dan berhasil membungkam keraguan yang sempat dialamatkan kepada mereka. Sebelum lomba dimulai, para siswa yang sedang menunggu giliran menerima pertanyaan bernada sinis, "kalian cukup juga kah dua grup itu?"
Pertanyaan itu tidak dijawab dengan kata-kata. Di lapangan, dua kelompok barisan tersebut membuktikan kapasitasnya dengan membawa pulang dua gelar sekaligus: juara 1 putri dan juara 2 putra.
Jawaban di Lapangan: Disiplin dan Kekompakan
Kemenangan ini diraih bukan tanpa perjuangan. Para peserta menjalani latihan intensif dengan segala suka dukanya, mulai dari kelelahan fisik hingga panasnya terik matahari di lapangan.
Nurul Izha Meni, pemimpin barisan putri yang juga merupakan purna pembawa baki Paskibraka Muna Barat 2025, mengakui proses menuju lomba tidak mudah. "Selama latihan banyak suka dukanya. Ada capek, panas, bahkan ada yang ingin menyerah. Tapi kami terus saling menguatkan. Kami ingin membuktikan bahwa kami juga bisa memberikan yang terbaik untuk madrasah," ucapnya, Rabu (18/8/2026).
Menurutnya, kemenangan ini adalah hasil kerja bersama seluruh peserta, guru pembina, dan keluarga besar madrasah yang memberikan dukungan penuh sejak persiapan hingga perlombaan usai.
Sejarah Baru bagi Keluarga Besar Madrasah
Kepala MA Lapokainse, Khosen, S.Pd.I., M.Pd, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak bersejarah. "Prestasi ini menjadi sejarah baru sejak Madrasah Aliyah Lapokainse didirikan. Ini bukan hanya kemenangan siswa, tetapi kemenangan seluruh keluarga besar Madrasah Aliyah Lapokainse," ujarnya.
Apresiasi juga mengalir dari para alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni Madrasah Aliyah Lapokainse (IKAMA). Ucapan selamat memenuhi grup alumni, termasuk dari Anwar, alumni yang kini melanjutkan studi di Universitas Monash. "Prestasi ini saya hormat full sama kerjasamanya guru-guru yang luar biasa," tulisnya.
Lebih dari Sekadar Piala
Bagi MA Lapokainse, capaian ini bukan hanya soal piala atau gelar juara. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa madrasah memiliki potensi besar untuk berprestasi di berbagai bidang.
Kualitas pendidikan dan kemampuan siswa tidak semata-mata ditentukan oleh label sebuah lembaga, melainkan oleh kerja keras guru, potensi siswa, dukungan alumni, dan kekompakan seluruh keluarga besar madrasah. Kini, MA Lapokainse tidak hanya membawa pulang dua gelar juara, tetapi juga menorehkan sejarah baru: keraguan dijawab dengan perjuangan, dan perjuangan dijawab dengan prestasi.