KENDARI — Universitas Halu Oleo (UHO) melepas 763 lulusan dari 14 fakultas dan Program Pascasarjana pada Sabtu (22/8/2026). Mereka terdiri dari 10 doktor, 10 magister, 46 profesi dokter, dan 697 sarjana.
Plt. Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munandi, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa momen wisuda bukan akhir dari proses belajar. Ia menyebut tantangan terbesar justru dimulai setelah para lulusan keluar dari lingkungan akademik.
Rektor: Gelar Saja Tidak Cukup di Tengah Perubahan Cepat
“Perjalanan baru akan dimulai setelah Saudara meninggalkan lingkungan akademik. Di tengah dinamika kehidupan dan dunia kerja, Saudara dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, kreativitas, inovasi, serta integritas yang tinggi,” kata Khairul dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa dunia kerja berubah sangat cepat. Para alumni tidak bisa hanya mengandalkan ijazah, tetapi harus terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Khairul juga mendorong lulusan untuk tidak sekadar mencari pekerjaan. Menurutnya, alumni UHO harus mampu melihat peluang dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Teruslah belajar, berkembang, dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Jadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk menghadapi tantangan, tetaplah rendah hati, berintegritas, dan bersemangat dalam berkarya,” ujarnya.
10 Doktor Baru dengan IPK Rata-rata 3,94
Pada wisuda kali ini, UHO meluluskan 10 doktor dengan IPK rata-rata 3,94 dan masa studi rata-rata 3 tahun 2 bulan. Sementara itu, program magister meluluskan 10 orang dengan IPK rata-rata 3,79 dan masa studi rata-rata 2 tahun 5 bulan.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi penyumbang lulusan sarjana terbanyak dengan 255 orang. Posisi berikutnya ditempati Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan 92 lulusan serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan 69 lulusan.
UHO juga mengumumkan lulusan terbaik tingkat universitas, yakni Nur Hikmah dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dengan IPK 3,95 dan masa studi 3 tahun 11 bulan. Pada jenjang S3, Burhanuddin dari Program Studi Ilmu Ekonomi mencatat IPK sempurna 4,00 dengan masa studi 2 tahun 5 bulan. Adian Takwa menjadi lulusan terbaik Program Studi Kajian Budaya S2 dengan IPK 4,00 dan masa studi 1 tahun 5 bulan.
UHO Minta Maaf atas Keterbatasan Layanan dan Minta Alumni Isi Tracer Study
Khairul mengakui masih ada keterbatasan dalam layanan akademik maupun sarana dan prasarana selama mahasiswa menempuh pendidikan di UHO. Ia menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan komitmen universitas untuk terus membenahi diri.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas layanan agar dapat memberikan yang terbaik bagi seluruh mahasiswa dan lulusan,” katanya.
Sebagai langkah evaluasi, UHO meminta seluruh lulusan mengisi Tracer Study melalui laman tracer.uho.ac.id. Data yang terkumpul akan dipakai untuk menyempurnakan kurikulum dan menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.