Pencarian

Laba Pupuk Indonesia Melonjak 252,8% Jadi Rp 8,51 Triliun di Semester I 2026

Selasa, 08 September 2026 • 09:18:31 WIB
Laba Pupuk Indonesia Melonjak 252,8% Jadi Rp 8,51 Triliun di Semester I 2026
Laba bersih PT Pupuk Indonesia mencapai Rp 8,51 triliun pada semester I 2026, melonjak 252,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

SULAWESI TENGGARA — Kenaikan laba ini berbanding terbalik dengan asumsi umum industri: harga jual justru turun, tapi kantong perusahaan makin tebal. Prabowo menyebut fenomena ini sebagai bukti tata kelola BUMN yang kian sehat.

"Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat. Dan pada saat bersamaan keuntungan PT Pupuk Indonesia naik 252,8%. Harga pupuk turun, volume tambah, tapi keuntungan naik," ujarnya di hadapan sidang tahunan MPR dan DPR.

Bukan dari Harga, tapi dari Efisiensi

Pendapatan perusahaan ikut terkerek 51% menjadi Rp 59,67 triliun. EBITDA melesat 140% ke angka Rp 14,28 triliun, ditopang kenaikan volume produksi dan pemangkasan biaya operasional.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan, hasil ini buah dari transformasi bisnis menyeluruh yang dijalankan konsisten. Penerapan operational excellence dan cost leadership menjadi fondasi agar pertumbuhan tidak sekadar musiman.

"Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara, transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil. Kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, bukan hanya untuk kinerja perusahaan, tapi juga kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional," kata Rahmad.

Harga Bahan Baku Fluktuatif, Pasokan Diperluas

Industri pupuk rentan terhadap gejolak harga gas dan bahan baku global. Untuk meredam risiko itu, Pupuk Indonesia memperluas sumber pasokan serta merancang ulang skema kontrak pengadaan.

Di sisi lain, perusahaan tak lagi menggantungkan pendapatan pada pupuk bersubsidi. Segmen non-subsidi dan produk non-pupuk terus diperkuat lewat diversifikasi. Transformasi digital, perampingan holding, hingga distribusi public service obligation ikut menopang kinerja.

Revitalisasi 7 Pabrik dan Arah Bisnis Baru

Kas yang menguat memberi ruang bagi Pupuk Indonesia untuk meremajakan tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan. Langkah ini sejalan arahan Danantara agar aset BUMN lebih produktif dan bernilai tambah.

Saat ini kapasitas produksi nasional perusahaan mencapai 14,8 juta ton per tahun. Dengan fasilitas yang lebih efisien, perusahaan berharap biaya produksi tetap kompetitif dan daya saing meningkat.

Pupuk Indonesia juga menyiapkan sumber pertumbuhan anyar: pengembangan metanol dan turunannya, bisnis clean ammonia, serta layanan dukungan industri. Diversifikasi ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada siklus bisnis pupuk sekaligus menangkap peluang pasar rendah emisi di masa depan.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks