Pencarian

Ekowisata Boon Pring Malang, Wisata Edukasi Hutan Bambu di Turen

Selasa, 06 Oktober 2026 • 16:48:02 WIB
Ekowisata Boon Pring Malang, Wisata Edukasi Hutan Bambu di Turen
Pengunjung menaiki wahana bebek-bebekan di danau Boon Pring, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

SULAWESI TENGGARA — Ekowisata Boon Pring di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, menawarkan danau berair jernih yang dihuni ratusan ikan dan dikelilingi rimbunan bambu. Destinasi ini berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Malang dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam berkendara. Kawasan ini cocok untuk liburan keluarga yang ingin menggabungkan rekreasi dengan pembelajaran lingkungan.

Boon Pring dikelola sebagai kawasan ekowisata berbasis potensi bambu oleh warga Desa Sanankerto. Nama Boon Pring sendiri berasal dari bahasa setempat: boon berarti danau, sementara pring berarti bambu. Kombinasi keduanya menggambarkan lanskap utama kawasan ini, yaitu danau yang dikelilingi rimbunan berbagai varietas bambu warisan nenek moyang.

Daya Tarik Utama: Danau Jernih dan Hutan Bambu

Air danau di Boon Pring tergolong jernih sehingga ikan-ikan di dalamnya terlihat jelas dari permukaan. Pengunjung bisa memberi makan ikan langsung dari tepi atau sambil menaiki wahana bebek-bebekan yang mengelilingi danau.

Hutan bambu di kawasan ini menjadi latar foto yang kerap diburu pengunjung. Selain soal estetika, koleksi bambu Boon Pring berfungsi ekologis: menyerap air pada musim hujan dan menyimpannya di batang, sehingga Desa Sanankerto tidak mengalami kekeringan saat kemarau datang.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  • Memberi makan ratusan ikan di danau dari tepi atau atas bebek-bebekan
  • Berfoto di area hutan bambu yang instagramable
  • Berenang di kolam yang tersedia untuk anak-anak hingga dewasa
  • Menikmati kudapan khas Malang di puluhan stan dalam kawasan
  • Belajar tentang pemanfaatan bambu dan energi terbarukan bersama keluarga

Edukasi Energi Terbarukan di Boon Pring

Potensi air di Boon Pring dimanfaatkan sebagai sumber energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Pengembangannya dilakukan dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem dan tidak mengurangi kebutuhan air warga sekitar.

Kepala Desa Sanankerto, H. Subur, menegaskan bambu punya manfaat luas bagi masyarakat. "Bambu ini manfaatnya sangat banyak. Selain untuk menjaga lingkungan, bambu juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan bangunan, kerajinan, sampai produk yang memiliki nilai ekonomi. Karena itu, bambu perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Subur, bambu di kawasan Boon Pring juga berperan menjaga ketersediaan air dan mendukung keberlangsungan ekosistem setempat. Pengunjung yang datang bisa memahami bahwa pelestarian lingkungan dapat dilakukan lewat berbagai pendekatan, dari menjaga sumber air hingga memanfaatkan teknologi energi terbarukan.

Fasilitas yang Tersedia

Kawasan Boon Pring dilengkapi kolam renang untuk berbagai usia, mushola, dan toilet. Puluhan stan dalam area menjajakan kudapan khas Malang, sehingga pengunjung tidak perlu keluar kawasan untuk mencari makan.

Cara Menuju Lokasi

Boon Pring berada di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar satu jam dengan kendaraan pribadi. Rute dapat melalui Kecamatan Turen, lalu mengikuti petunjuk arah menuju kawasan ekowisata Boon Pring.

Tiket Masuk dan Jam Operasional

Informasi terkini soal harga tiket masuk dan jam operasional dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola Boon Pring atau dinas pariwisata Kabupaten Malang. Tarif biasanya berbeda antara hari kerja dan akhir pekan.

Tips Berkunjung

Datang pada pagi hari untuk mendapat udara yang lebih sejuk dan suasana yang belum ramai. Bawa pakaian ganti jika berencana berenang, serta uang tunai untuk jajan di stan sekitar danau. Jaga kebersihan kawasan dengan tidak membuang sampah ke danau atau area hutan bambu.

Durasi ideal untuk menjelajahi Boon Pring adalah dua hingga tiga jam, cukup untuk mengelilingi danau, berfoto di hutan bambu, dan menyimak penjelasan edukasi soal bambu serta PLTMH. Bagi keluarga yang membawa anak, kunjungan ini bisa menjadi cara mengenalkan pelestarian lingkungan tanpa harus jauh dari Kota Malang.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks