Pencarian

Lapas Baubau Latih Warga Binaan Bertani Terong, Panen Perdana 21 Kilogram Jadi Bekal Usai Bebas

Kamis, 08 Oktober 2026 • 10:01:32 WIB
Lapas Baubau Latih Warga Binaan Bertani Terong, Panen Perdana 21 Kilogram Jadi Bekal Usai Bebas
Warga binaan Lapas Kelas IIA Baubau mengikuti pelatihan bertani terong sebagai program pembinaan kemandirian.

Lapas Kelas IIA Baubau, Sulawesi Tenggara, membekali warga binaan pemasyarakatan dengan keterampilan bertani sebagai modal kemandirian setelah menjalani masa hukuman. Program pembinaan kemandirian ini salah satunya menghasilkan panen terong sebanyak 21 kilogram. Sebagian hasil penjualan panen dibagikan sebagai premi atau upah kepada warga binaan yang terlibat aktif.

BAUBAU — Kepala Lapas Kelas IIA Baubau Abdul Waris menyatakan kegiatan bertani menjadi wadah pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keahlian bercocok tanam meski lahan yang tersedia terbatas. Program pertanian dirancang memberi dampak positif langsung, baik berupa keahlian maupun manfaat ekonomi.

Warga binaan yang terlibat aktif tidak hanya mendapat pelatihan keterampilan, tetapi juga memperoleh premi atau upah dari sebagian hasil penjualan panen. Panen terong sebanyak 21 kilogram menjadi salah satu hasil yang sudah diraih dari program tersebut.

Hasil Panen Jadi Premi dan Setoran Kas Negara

Abdul Waris menjelaskan, setiap hasil pembinaan diarahkan memiliki nilai manfaat. Selain menjadi premi bagi warga binaan dan modal keberlanjutan usaha, hasil penjualan turut memberikan kontribusi melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Kami ingin setiap hasil pembinaan memiliki nilai manfaat. Selain menjadi premi bagi warga binaan dan modal keberlanjutan usaha, hasil penjualan juga memberikan kontribusi melalui PNBP," kata Abdul Waris.

Sebagian dana lain dari penjualan panen dialokasikan kembali sebagai modal kerja operasional pertanian serta disetorkan ke kas negara sebagai PNBP. Skema ini membuat program pertanian tidak hanya bersifat pelatihan, tetapi juga memiliki putaran ekonomi di dalam lapas.

Lahan Tidur Diubah Jadi Area Produktif

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Baubau Safaruddin mengungkapkan, program ini merupakan implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mengoptimalkan lahan tidur di area lapas menjadi area produktif. Lahan yang sebelumnya tidak tergarap kini dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam.

"Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Baubau berkomitmen untuk terus membina dan membekali warga binaan dengan berbagai keterampilan kerja yang produktif, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat luas," ucap Safaruddin.

Bekal Keterampilan untuk Setelah Bebas

Salah seorang warga binaan, Bahrir, mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan bertani tersebut. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh akan berguna untuk kehidupannya setelah bebas dari masa hukuman.

"Saya senang bisa ikut bertani sampai panen karena selain mendapat keterampilan, hasilnya juga memberikan manfaat bagi kami," tutur Bahrir.

Lapas Kelas IIA Baubau menyatakan akan melanjutkan pembinaan keterampilan kerja bagi warga binaan, dengan pertanian sebagai salah satu sektor yang dikembangkan di area lapas.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks