Pencarian

BMKG Kendari Imbau Warga Sultra Batasi Aktivitas Luar Rumah, 1.644 Titik Panas Terdeteksi

Kamis, 15 Oktober 2026 • 16:46:01 WIB
BMKG Kendari Imbau Warga Sultra Batasi Aktivitas Luar Rumah, 1.644 Titik Panas Terdeteksi
Petugas BMKG Kendari memantau sebaran titik panas dan kualitas udara di Sulawesi Tenggara.

KENDARI — Kepala Stasiun BMKG Maritim Kendari Heri Purnomo menyatakan asap yang makin tebal berpotensi menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan warga. Pihaknya meminta masyarakat memperbanyak minum air putih dan menutup jendela rumah saat asap terasa pekat.

"Masyarakat diimbau memakai masker saat berada di luar rumah, memperbanyak minum air putih, dan menutup jendela rumah saat asap terasa makin pekat," kata Heri, dilansir dari Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.

Warga Rentan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Kelompok yang paling berisiko terdampak diminta lebih waspada. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan seperti asma perlu mengurangi aktivitas di luar rumah.

Hasil pemantauan BMKG menunjukkan kadar partikel asap di sebagian besar wilayah Sultra berada pada tingkat sedang hingga tidak sehat. Udara di Kabupaten Wakatobi diperkirakan masuk kategori tidak sehat pada 17 Oktober malam.

Asap Kiriman dari Papua Selatan dan Maluku

Kabut asap yang menyelimuti Sultra bukan hanya berasal dari kebakaran lokal. Heri menjelaskan angin dari arah timur dan tenggara membawa asap kebakaran hutan di kawasan Papua Selatan dan Maluku menuju Sultra.

Kondisi itu diperparah munculnya titik-titik karhutla di wilayah Sultra sendiri. Dari pantauan satelit pada 7–12 Oktober 2026, titik panas terbanyak ditemukan di Kabupaten Konawe (379 titik), Buton (267 titik), dan Bombana (202 titik).

Jarak Pandang di Pomalaa dan Baubau di Bawah Dua Kilometer

Kabut asap memangkas jarak pandang di sejumlah daerah. Di Pomalaa dan Baubau, visibilitas berkurang drastis hingga kurang dari dua kilometer dan sempat mengganggu jadwal penerbangan pesawat.

BMKG memperkirakan asap tebal mulai melanda Konawe Utara, Konawe, Kolaka Utara, Kolaka, dan Kolaka Timur pada 15 Oktober 2026. Pada 16 Oktober, asap meluas ke Buton Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Muna, dan Kota Kendari.

Memasuki 17 Oktober, hampir seluruh wilayah Sultra diperkirakan terdampak kabut asap.

Pengendara hingga Nahkoda Diminta Nyalakan Lampu

Selain imbauan kesehatan, BMKG meminta pengendara jalan raya, nahkoda kapal, dan pilot pesawat meningkatkan kewaspadaan. Lampu kendaraan atau kapal wajib dinyalakan jika pandangan terhalang asap pekat.

Warga Sultra diminta memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG Kendari selama periode 15–17 Oktober 2026. Imbauan ini berlaku untuk seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks