SULAWESI TENGGARA — Kol goreng memang gurih dan renyah, tapi proses penggorengan suhu tinggi merusak vitaminnya dan membuat sayuran ini menyerap banyak minyak jenuh. Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membagikan tiga alternatif pendamping makan yang tetap memberi sensasi renyah tanpa beban lemak berlebih.
Tekstur renyah berpadu rasa gurih membuat kol goreng sulit ditolak sebagai pendamping nasi hangat dan sambal. Sayangnya, penggorengan bersuhu tinggi merusak kandungan vitamin kol sekaligus membuat sayuran ini menyerap minyak jenuh dalam jumlah besar.
dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, dokter spesialis gizi klinik, menjelaskan bahwa sensasi kriuk sebenarnya bisa didapat dari sayuran lain yang lebih kaya serat dan air. Berikut pilihan yang ia sarankan.
1. Timun untuk Sensasi Kriuk Alami
Rasa gurih dan renyah kol goreng berasal dari kombinasi lemak dan tekstur. Menurut dr Yaze, tekstur serupa bisa diperoleh dari timun yang kadar airnya tinggi.
"Mungkin kalo mau cari crunch-nya ya dari kayak timun. Tapi makan timun tuh bukan cuma dua iris," ujarnya kepada detikcom.
Artinya, porsi timun perlu diperbanyak agar benar-benar mengimbangi kebutuhan serat harian, bukan sekadar jadi hiasan di pinggir piring.
2. Labu Siam dan Wortel Kukus atau Rebus
Bagi yang menyukai tekstur sedikit lunak dan rasa manis alami, mengukus atau merebus sebentar jadi cara terbaik. Metode ini menjaga kandungan gizi tetap utuh sekaligus memberi tekstur yang nyaman di lidah.
"Terus kalo misalnya dia mau agak-agak lunak dikit itu misalnya bisa ngerebus labu siam. Atau ngerebus wortel yang gitu bisa tuh. Jadi mulai diakal-akalin. Supaya mulai berpindah bergeser dari gorengnya," kata dr Yaze.
3. Bumbui dengan Garam dan Lada, Bukan Minyak Panas
Untuk memberi sensasi gurih tanpa menggoreng, cukup tambahkan bumbu sederhana pada sayuran kukus atau segar. Garam sedikit dan lada bisa menghadirkan rasa yang mirip tanpa tambahan lemak.
"Oh biasanya itu bisa dikasih garam sedikit atau dikasih lada gitu jadi biar ada sensasi bumbunya. Cuma tetep seratnya harus lebih banyak," paparnya.
Kunci peralihan ini ada pada keseimbangan: rasa gurih boleh datang dari bumbu, tapi porsi serat tetap harus dominan.
Yang Perlu Diperhatikan Saat Mengubah Menu
Perubahan pendamping makan sebaiknya dilakukan bertahap agar lidah dan kebiasaan keluarga ikut menyesuaikan. Mulai dari satu kali makan sehari, lalu tingkatkan frekuensinya.
Bagi ibu yang memasak untuk keluarga, mengganti kol goreng dengan sayuran kukus berbumbu bisa jadi langkah kecil yang berdampak panjang. Tubuh tetap mendapat nutrisi optimal tanpa risiko penumpukan lemak berlebih.
Menggeser pilihan side dish tidak berarti menghilangkan kenikmatan makan. Dengan timun, labu siam, wortel, serta bumbu sederhana, hidangan tetap menggugah selera sekaligus lebih ramah bagi kesehatan keluarga.