BAUBAU — Seleksi atlet menembak Kota Baubau digelar dengan format latihan langsung di lapangan tembak, bukan sekadar pemanggilan administrasi. Para atlet diuji pada jarak 10 meter untuk kelas air pistol dan super air pistol, sesuai kategori yang akan dipertandingkan di Porprov Sultra.
Ketua Harian Perbakin Baubau La Ode Darussalam menyatakan seleksi ini menjadi bagian dari keseriusan pengurus menyiapkan atlet yang akan diturunkan di ajang provinsi. Ia berharap hasil latihan serius bisa mengembalikan performa cabang menembak seperti pada Porprov Sultra XIV.
Perolehan 9 Emas Jadi Patokan di Porprov Sultra 2026
Pada Porprov Sultra XIV yang digelar di Baubau dan Buton, cabang menembak menempatkan Kota Baubau di urutan kedua penyumbang medali terbanyak dari total 24 cabang olahraga. Rinciannya 9 medali emas, 11 perak, dan 6 perunggu.
"Kami berharap melalui seleksi dan latihan yang serius, Perbakin Baubau bisa kembali membuat sejarah dalam perolehan medali di Porprov Sultra," kata Darussalam, dikutip dari satulis.com.
Catatan itu yang kini menjadi patokan internal. Pengurus menilai cabang menembak sudah menjadi andalan daerah, sehingga persiapan tidak boleh berjalan setengah.
Kekurangan Senjata Bisa Ganggu Kelas Ganda Campuran
Persoalan teknis masih membayangi. Perbakin Baubau kekurangan senjata, dengan kebutuhan minimal dua pucuk tambahan. Alasannya, Porprov mempertandingkan kelas ganda campuran putra dan putri.
Jika dua atlet di kelas itu berlaga dalam waktu hampir bersamaan, salah satunya berpotensi tidak bisa turun karena alat yang tersedia tidak mencukupi. Darussalam menyebut kondisi itu sebagai kendala yang perlu dicarikan jalan keluar sebelum pertandingan.
"Kami juga berharap agar KONI Kota Baubau memberikan dukungan penuh pada cabang olahraga menembak ini, karena sudah menjadi cabang unggulan," ujarnya.
16-20 Atlet Disiapkan untuk 10 Kelas
Untuk Porprov Sultra mendatang, Perbakin Baubau menyiapkan sekitar 16 hingga 20 atlet yang akan berlaga di 10 kelas atau kategori. Jumlah itu menuntut pembagian jadwal dan peralatan yang rapi agar tidak ada atlet kehilangan kesempatan tampil.
Pengurus berharap KONI ikut memikirkan solusi kebutuhan senjata, bukan hanya dukungan moral. Menembak disebut sudah menjadi cabang andalan Baubau, sehingga target medali ditempatkan sejajar dengan kesiapan alat dan pembinaan atlet.