MAKASSAR — Proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Makassar tahun ini dibagi dalam dua gelombang penerbangan. Gelombang pertama melalui Bandara Jeddah (JED) berlangsung dari 1 Juni hingga 16 Juni 2026, sedangkan gelombang kedua melalui Bandara Madinah (MED) dimulai pada 17 Juni hingga 1 Juli 2026.
Kloter pertama dijadwalkan tiba di Indonesia pada 1 Juni 2026 pukul 22.30 WITA, membawa jemaah asal Soppeng dan Makassar. Sementara kloter terakhir, yakni kloter 43, akan tiba pada 1 Juli 2026 pukul 11.20 WITA dengan jemaah gabungan dari berbagai daerah termasuk Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara.
Pada gelombang kedua yang melalui Bandara Madinah, sejumlah daerah di luar Sulawesi Selatan mulai mendominasi jadwal kepulangan. Sulawesi Tenggara tercatat menjadi salah satu provinsi dengan jumlah kloter terbanyak pada akhir masa pemulangan.
Jemaah asal Sulawesi Tenggara mendapatkan alokasi pada kloter 32, 34, 35, 36, serta sebagian kloter 38 dan 43. Jadwal ini menunjukkan bahwa mayoritas jemaah dari provinsi tersebut akan tiba di Tanah Air pada paruh kedua Juni hingga awal Juli 2026.
Selain Sulawesi Tenggara, Debarkasi Makassar juga melayani pemulangan jemaah dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. Pada gelombang pertama, daerah dengan jumlah jemaah besar antara lain Bone, Wajo, Gowa, Sidrap, Sulawesi Barat, dan Maros.
Kloter asal Bone tercatat tersebar dalam beberapa penerbangan, termasuk kloter 3, 6, 9, dan 17. Sementara Wajo menjadi salah satu daerah dengan jemaah dominan pada kloter 4, 10, dan 18. Kloter 13 khusus membawa jemaah asal Maluku Utara yang dijadwalkan tiba pada 11 Juni 2026 pukul 10.00 WITA.
Memasuki gelombang kedua, Papua Barat mendapat kloter khusus 25 dan 27, sedangkan Gorontalo dijadwalkan tiba melalui kloter 28 pada 21 Juni 2026 pukul 16.10 WITA. Kloter 24 menjadi penerbangan khusus yang membawa jemaah asal Maluku sebanyak 387 orang.
Pihak Asrama Haji Makassar mengingatkan bahwa jadwal sewaktu-waktu dapat berubah menyesuaikan kondisi operasional penerbangan dan kebijakan otoritas haji. Pada penghujung jadwal pemulangan, sejumlah kloter gabungan akan membawa jemaah dari berbagai daerah sekaligus untuk menyesuaikan kapasitas penerbangan dan distribusi jemaah dari masing-masing kabupaten/kota.
Keluarga jemaah diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar agar dapat mengetahui perkembangan terbaru terkait jadwal kedatangan. Dengan total puluhan kloter dan cakupan wilayah yang luas di kawasan timur Indonesia, Debarkasi Makassar kembali menjadi salah satu pusat layanan pemulangan haji terbesar di Indonesia tahun ini.