KOLAKA — Husmaluddin menekankan bahwa di tengah disrupsi teknologi dan ketidakpastian global, Pancasila harus berfungsi sebagai bintang penuntun. Ia mengajak anak muda menjadikannya ideologi yang hidup, bukan sekadar hiasan di dinding kantor.
Menurut Husmaluddin, kemajuan ekonomi dan teknologi yang dicapai saat ini tidak boleh membuat bangsa kehilangan arah moral. Generasi muda, katanya, memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan nilai-nilai luhur di masa depan.
"Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," kata Husmaluddin saat memimpin upacara.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Husmaluddin menyebut tema itu merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan domestik di tengah keberagaman etnik.
Lebih dari itu, ia menilai Pancasila juga bisa menjadi instrumen diplomasi internasional yang bebas aktif dalam menjembatani konflik dunia. "Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai," ujarnya.
Husmaluddin juga mengajak seluruh pihak untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan yang kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.
Upacara peringatan di Kabupaten Kolaka turut diikuti jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, serta para pelajar setempat.