KENDARI — Bank Indonesia tidak hanya bicara soal inflasi dan nilai tukar. Lewat Lomba Opini Ilmiah Forkestra 2026, Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Tenggara membuka ruang bagi generasi muda untuk menyumbangkan pemikiran strategis bagi daerah. Sosialisasi digelar dalam kegiatan LENTERA (Literasi dan Edukasi Kebanksentralan) di Universitas Halu Oleo, menjangkau mahasiswa dari berbagai fakultas.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Rahadian Triaji, menyebut kompetisi ini dirancang untuk menjaring gagasan kreatif yang dapat menjadi masukan konkret bagi pengembangan ekonomi Sultra. “Opini ilmiah yang masuk nantinya akan kami ases untuk memperoleh ide-ide baru yang segar dan inovatif, terutama yang dapat diterapkan di Sulawesi Tenggara,” ujarnya dalam sambutan.
Lima Subtema yang Bisa Dipilih Peserta
Panitia menyediakan lima subtema yang relevan dengan tantangan ekonomi terkini. Peserta bebas memilih satu di antaranya: akselerasi hilirisasi sumber daya alam, konektivitas wilayah dan infrastruktur logistik, ekonomi syariah, peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan, serta inovasi sains, teknologi, digitalisasi, dan tata kelola pemerintahan adaptif.
Pendaftaran lomba telah dibuka sejak 3 Juni 2026 dan akan ditutup pada 14 Agustus 2026. Seluruh karya yang masuk akan melalui tahapan penjurian, dilanjutkan dengan presentasi lima besar finalis. Babak final dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Kiat dari Pemenang Tahun Lalu: Baca TOR dan Ikuti Isu Terkini
Aulia Narada Parastikta Ningrum, mahasiswa Akuntansi FEB UHO yang menjadi pemenang Forkestra sebelumnya, membagikan tips kepada calon peserta. Menurutnya, langkah pertama adalah menentukan persoalan yang ingin diangkat, lalu menyusun ide yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Rajin membaca petunjuk teknis atau terms of reference (TOR) lomba karena dari situ ide akan berkembang. Selain itu, peserta harus terus mengikuti perkembangan isu-isu terkini dan menghadirkan solusi yang berkelanjutan atau sustainable,” jelas Aulia. Ia mengajak mahasiswa dan akademisi untuk memanfaatkan Forkestra 2026 sebagai ruang berkarya sekaligus berkontribusi bagi daerah.
Ajak Partisipasi dari Seluruh Indonesia
Aldi Trifaldi, mahasiswa Administrasi Bisnis FISIP UHO yang juga pemenang tahun sebelumnya, menambahkan bahwa kompetisi ini tidak terbatas bagi mahasiswa di Sultra. “Forkestra merupakan langkah yang sangat cocok untuk menghimpun ide-ide ataupun inovasi yang dimiliki mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat umum dalam meningkatkan perekonomian di Sulawesi Tenggara,” kata Aldi.
Ia mendorong peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk ikut serta. Semakin banyak partisipan, semakin besar peluang lahirnya solusi inovatif bagi pembangunan ekonomi Sultra. Informasi lebih lanjut mengenai tata cara pendaftaran dan ketentuan lomba dapat diakses melalui kanal resmi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara.